Mengulik Kesepakatan Logam Tanah Jarang AS-Ukraina, Siapa Untung dan Apa Isinya?

Rabu, 23 April 2025 - 12:34 WIB
loading...
A A A
Teks yang disiapkan pada bulan Februari tidak pernah dibagikan secara resmi, tetapi muncul versi yang diterbitkan oleh media Ukraina menjelang pertemuan Zelensky dengan Trump.

Ukraina diprediksi bakal menyumbang 50% dari hasil sumber daya mineral, minyak dan gas milik negara ke dana investasi, yang akan digunakan "untuk mempromosikan keselamatan, keamanan, dan kemakmuran Ukraina".

Ia juga mengatakan AS akan "mempertahankan komitmen keuangan jangka panjang untuk pengembangan Ukraina yang stabil dan makmur secara ekonomi".

Baca Juga: AS Selangkah Lagi Segel Harta Karun Logam Tanah Jarang Ukraina

Sejak draf itu diterbitkan, beberapa sumber mengatakan kepada mitra BBC di AS, CBS News bahwa versi yang diperbarui akan berbeda. Namun sejauh mana perubahan dalam kesepakatan terbaru masih belum jelas.

Ketidaksepakatan atas persyaratan tersebut merupakan bagian dari keretakan yang semakin dalam antara Trump dan Zelensky, beberapa hari sebelum dia melakukan perjalanan ke Washington untuk menandatanganinya.

Presiden Ukraina menolak permintaan awal dari AS untuk akses kepada kekayaan mineral senilai USD500 miliar, tetapi permintaan ini dihapus dari versi yang diterbitkan secara online.

Memo terbaru mengatakan kesepakatan akhir masih dikerjakan, ketika Shmyhal disebut akan mengunjungi Washington minggu depan untuk "diskusi teknis".

Apakah kesepakatan tersebut termasuk jaminan keamanan?

Zelensky telah lama menyerukan kesepakatan, agar memasukkan jaminan keamanan yang kuat dari AS. Namun dalam memo yang ditandatangani hari Jumat tidak menjanjikan jaminan seperti itu.

Meski begitu dikatakan bahwa Kiev dan Washington "menginginkan perdamaian abadi di Ukraina". Dalam versi kesepakatan yang diterbitkan pada bulan Februari mengatakan AS "mendukung upaya Ukraina untuk mendapatkan jaminan keamanan" tetapi tidak menjanjikannya secara eksplisit.

Sementara itu Trump menyarankan kehadiran kontraktor AS di Ukraina sebagai jaminan keamanan, tetapi tanggung jawab atas keamanan Ukraina sekarang akan jatuh ke tangan Eropa. Presiden AS sebelumnya mengatakan, Ukraina akan mendapatkan "hak untuk terus berjuang" dengan imbalan akses ke mineralnya.

Kapan kesepakatan ditandatangani?

Kedua negara disebut bakal merampungkan diskusi pada 26 April, dengan tujuan menandatangani kesepakatan akhir "sesegera mungkin", menurut memo yang beredar. Sementara itu Trump berharap bisa menandatangani kesepakatan lebih cepat, yakni pada 24 April.

"Kami memiliki kesepakatan mineral yang saya kira akan ditandatangani pada Kamis depan. Segera. Dan saya berasumsi mereka akan memenuhi kesepakatan itu. Jadi kita lihat saja. Tapi kami memiliki kesepakatan tentang itu," kata Trump minggu ini.

Trump sebelumnya juga mengatakan, bahwa dia dan Zelensky akan menandatangani kesepakatan saat menggelar pertemuan pada Februari di Gedung Putih, meski berakhir gagal.

PM Ukraina, Shmyhal menerangkan, versi final dari perjanjian itu telah disiapkan menjelang pertemuan, meskipun ajudan Zelensky, Mykhaylo Podolyak mengatakan hanya perjanjian kerangka kerja yang akan ditandatangani.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Rekomendasi
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved