Mengulik Kesepakatan Logam Tanah Jarang AS-Ukraina, Siapa Untung dan Apa Isinya?

Rabu, 23 April 2025 - 12:34 WIB
loading...
A A A
Tetapi pada Februari lalu tidak terjadi kesepakatan, malah yang terjadi perdebatan panas antara Trump dan Zelensky di Kantor Oval. Pada satu titik, Trump yang marah mengatakan Zelensky tidak cukup berterima kasih atas dukungan AS selama perang, dan bahwa dia "berjudi dengan Perang Dunia Ketiga".

Dia mengatakan, Zelensky harus "membuat kesepakatan atau kami keluar", sembari menambahkan: "Anda tidak memiliki kartu AS."

Tidak lama setelah itu -jauh lebih cepat dari jadwal- presiden Ukraina terlihat meninggalkan Gedung Putih. Pemerintah AS kemudian mengumumkan kesepakatan mineral belum disepakati - dan mengatakan Trump telah memutuskan untuk membatalkan seremoni penandatanganan itu sendiri.

Mineral apa yang dimiliki Ukraina?

Kiev memperkirakan bahwa sekitar 5% dari "bahan baku mineral kritis" dunia berada di Ukraina. Termasuk di dalamnya sekitar 19 juta ton cadangan grafit, yang menurut badan negara Survei Geologi Ukraina menjadikan negara itu sebagai "salah satu dari lima negara terkemuka" untuk pasokan mineral.

Grafit merupakan salah satu bahan untuk membuat baterai kendaraan listrik. Selain itu Ukraina juga memiliki deposit titanium dan lithium yang signifikan.

Bahkan Kiev memiliki sejumlah besar logam tanah jarang dunia -17 elemen yang dipakai dalam produksi senjata, turbin angin, elektronik dan produk lain yang penting di dunia modern-, meski klaim ini masih diperdebatkan.

Sumber daya senilai USD350 miliar diklaim tetap berada di wilayah pendudukan saat ini. Ada juga peringatan bahwa kesepakatan yang memungkinkan AS mengakses kekayaan mineral Ukraina secara luas tidak dapat terjadi kecuali negara itu mengatasi masalahnya dengan tambang.

Seperempat dari daratan Ukraina diperkirakan terkontaminasi ranjau darat, terutama di timur negara itu yang sedang dilanda perang. Masalah lain adalah butuh waktu panjang, sebelum menuai manfaat dari kesepakatan tersebut.

"Sumber daya ini tidak ada di pelabuhan atau gudang; mereka harus dikembangkan," kata Tymofiy Mylovanov, mantan menteri dan kepala sekolah ekonomi Kiev, kepada BBC.

Bagaimana reaksi Rusia?

Kesepakatan mineral AS-Ukraina sejatinya bakal diteken pada bulan Februari. Hal ini direspons oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin yang mengaku, siap untuk "menawarkan" sumber daya kepada mitra Amerika dalam proyek bersama. Termasuk penambangan di "wilayah baru" Rusia - mengacu pada bagian timur Ukraina yang diduduki oleh Rusia sejak invasi skala penuh tiga tahun lalu.

Putin mengatakan, kesepakatan potensial AS-Ukraina tentang mineral langka menjadi fokusnya. Ia mengklaim, Rusia "tidak diragukan lagi, dan saya ingin menekankan secara signifikan memiliki lebih banyak sumber daya semacam ini daripada Ukraina".

"Adapun wilayah baru itu juga sama. Kami siap untuk menarik mitra asing ke apa yang disebut baru, ke wilayah bersejarah kami, yang telah kembali ke Federasi Rusia," tambahnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Rekomendasi
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved