Pertagas Jalin Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur Gas ke Polytama
Senin, 28 April 2025 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
Joko mengungkapkan, Proyek Polypropylene Plant Balongan adalah salah satu tonggak penting dalam hampir 30 tahun perjalanan Polytama. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya Polytama untuk memperkuat sektor petrokimia di Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur dan pasokan gas yang andal dari Pertagas, tegas dia, Polytama optimistis proyek ini akan dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan memberikan kontribusi positif khususnya dari segi ekonomi dan penurunan angka impor.
Baca Juga: Citra Satelit Ungkap Kemajuan Mencengangkan Proyek NEOM Mohammed bin Salman Senilai Rp8.418 Triliun
Gamal menambahkan, Pertagas menyadari bahwa kerja sama dengan Polytama bukan hanya tentang pengaliran gas atau pembangunan fasilitas. Lebih dari itu, tegas dia, hal ini adalah bentuk sinergi dalam mendukung ketahanan energi, mendorong pertumbuhan industri hilir, serta memberikan nilai tambah bagi negara.
Penguatan infrastruktur gas seperti ini, kata dia, merupakan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan industri petrokimia di Indonesia. "Sinergi ini tidak hanya mendukung keberhasilan proyek Polytama, tetapi juga memperkuat ekosistem energi dan industri nasional secara berkelanjutan,"tandasnya.
Tercatat, Pertagas hingga akhir 2024 telah membangun dan mengelola pipa transmisi gas sepanjang lebih dari 2.930 km, pipa minyak 605 km, dua LPG Plant dengan kapasitas rata-rata 1.130 ton per hari, terminal regasifikasi dengan kapasitas rata-rata 400 BBtud dan LNG Hub dengan kapasitas rata-rata 127.000 M3.
Baca Juga: Citra Satelit Ungkap Kemajuan Mencengangkan Proyek NEOM Mohammed bin Salman Senilai Rp8.418 Triliun
Gamal menambahkan, Pertagas menyadari bahwa kerja sama dengan Polytama bukan hanya tentang pengaliran gas atau pembangunan fasilitas. Lebih dari itu, tegas dia, hal ini adalah bentuk sinergi dalam mendukung ketahanan energi, mendorong pertumbuhan industri hilir, serta memberikan nilai tambah bagi negara.
Penguatan infrastruktur gas seperti ini, kata dia, merupakan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan industri petrokimia di Indonesia. "Sinergi ini tidak hanya mendukung keberhasilan proyek Polytama, tetapi juga memperkuat ekosistem energi dan industri nasional secara berkelanjutan,"tandasnya.
Tercatat, Pertagas hingga akhir 2024 telah membangun dan mengelola pipa transmisi gas sepanjang lebih dari 2.930 km, pipa minyak 605 km, dua LPG Plant dengan kapasitas rata-rata 1.130 ton per hari, terminal regasifikasi dengan kapasitas rata-rata 400 BBtud dan LNG Hub dengan kapasitas rata-rata 127.000 M3.
(fjo)
Lihat Juga :