Pertagas Jalin Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur Gas ke Polytama

Senin, 28 April 2025 - 11:21 WIB
loading...
Pertagas Jalin Kerja...
Penandatanganan PLS Pertamina Gas-Polytama Propindo terkait Penyediaan Infrastruktur dan Suplai Gas untuk Proyek Polypropylene Plant II Balongan di Yogyakarta, Kamis (24/4/2025). FOTO/Ist
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Gas ( Pertagas ) menjalin kerja sama rencana pembangunan infrastruktur untuk menjamin pasokan gas ke Proyek Polypropylene Plant II Balongan yang dikembangkan PT Polytama Propindo, anak usaha PT Kilang Pertamina Internasional. Langkahtersebut sejalan dengan peran bagian dari Subholding Gas Pertamina ini dalam penyediaan, penyaluran dan pengelolaan infrastruktur serta pasokan gas bumi untuk mendukung kebutuhan berbagai kebutuhan industri nasional.

"Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pertumbuhan industri nasional, Pertamina Gas akan menyediakan infrastruktur penyaluran gas bumi untuk proyek ekspansi Polytama," ungkapDirektur Utama Pertagas Gamal Imam Santoso dalam keterangan pers, Senin (28/4/2025).

Baca Juga: Promo Liberalisasi Perdagangan, Bos Bank Sentral China Blak-blakan Soal Ancaman Tarif AS

Ekspansi yang dilakukan oleh Polytama, melalui pembangunan Plant II di Balongan dengan kapasitas tambahan 300.000 ton per tahun ini akan mendongkraktotal kapasitas produksi mencapai 600.000 ton per tahun. Selain penyediaan infrastruktur, Pertamina Gas juga akan melakukan kegiatan Operation & Maintenance (O&M) infrastruktur tersebut serta menjamin ketersediaan tambahan pasokan gas bumi setiap tahunnya sebesar 275.940 mmbtu hingga 31 Desember 2029.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Gamal bersama Direktur Utama Polytama Joko Pranoto didampingi oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Pertamina Gas Agung Indri Pramantyo dan Finance Director Polytama Uray Azhari. "Kami percaya bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dari sinergi yang semakin solid antara Polytama dan Pertagas dalam mendukung kemajuan industri petrokimia Indonesia,"ujar Joko.

Joko mengungkapkan, Proyek Polypropylene Plant Balongan adalah salah satu tonggak penting dalam hampir 30 tahun perjalanan Polytama. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya Polytama untuk memperkuat sektor petrokimia di Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur dan pasokan gas yang andal dari Pertagas, tegas dia, Polytama optimistis proyek ini akan dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan memberikan kontribusi positif khususnya dari segi ekonomi dan penurunan angka impor.

Baca Juga: Citra Satelit Ungkap Kemajuan Mencengangkan Proyek NEOM Mohammed bin Salman Senilai Rp8.418 Triliun

Gamal menambahkan, Pertagas menyadari bahwa kerja sama dengan Polytama bukan hanya tentang pengaliran gas atau pembangunan fasilitas. Lebih dari itu, tegas dia, hal ini adalah bentuk sinergi dalam mendukung ketahanan energi, mendorong pertumbuhan industri hilir, serta memberikan nilai tambah bagi negara.

Penguatan infrastruktur gas seperti ini, kata dia, merupakan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan industri petrokimia di Indonesia. "Sinergi ini tidak hanya mendukung keberhasilan proyek Polytama, tetapi juga memperkuat ekosistem energi dan industri nasional secara berkelanjutan,"tandasnya.

Tercatat, Pertagas hingga akhir 2024 telah membangun dan mengelola pipa transmisi gas sepanjang lebih dari 2.930 km, pipa minyak 605 km, dua LPG Plant dengan kapasitas rata-rata 1.130 ton per hari, terminal regasifikasi dengan kapasitas rata-rata 400 BBtud dan LNG Hub dengan kapasitas rata-rata 127.000 M3.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Patra Niaga-MEPS...
Pertamina Patra Niaga-MEPS Kerja Sama Perkuat Keandalan Operasional Kilang
Petrokimia Gresik Amankan...
Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas hingga 2035, Perkuat Produksi Pupuk Nasional
Pertamina EP Sepakati...
Pertamina EP Sepakati Jual Beli Gas dengan Cikarang Listrindo dan PHR
Pasar Energi Global...
Pasar Energi Global di Ambang Bencana, Pasokan LNG Anjlok hingga 20%
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Iran Hentikan Pasokan...
Iran Hentikan Pasokan Gas ke Turki, Picu Lonjakan Harga Energi Global
Jalan Sukaurip-Sukareja...
Jalan Sukaurip-Sukareja Dilebarkan untuk Buffer Zone Kawasan KPI Balongan
Mengurangi Beban Subsidi...
Mengurangi Beban Subsidi Negara dari Tumpukan Sampah
Politeknik Petrokimia...
Politeknik Petrokimia Buka Beasiswa Ikatan Dinas 2024, Berikut 3 Jalur Masuknya
Rekomendasi
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved