BNI Cetak Laba Bersih Rp5,4 T di Awal 2025, Kredit dan Tabungan Tumbuh Solid
Senin, 28 April 2025 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
Komposisi kredit BNI secara keseluruhan didominasi segmen korporasi sebesar 56,6% dari total pembiayaan, diikuti segmen konsumer 18,9%, kredit segmen menengah dan kecil masing-masing 12,6% dan 9,6%.
Kontribusi pembiayaan dari anak usaha juga meningkat dari 1,6% menjadi 2,2%. Pertumbuhan kredit BNI secara konsolidasi pada kuartal I 2025 dinilai telah sesuai dengan target yang ditetapkan perseroan untuk sepanjang tahun ini.
Dari sisi kualitas aset, rasio non performing loan (NPL) BNI terjaga di level 2 persen dan loan at risk (LAR) turun menjadi 10,9 persen dari 13,3% pada kuartal I-2024.
Perbaikan kualitas aset ini juga berdampak pada penghematan beban pencadangan atau credit cost dari 1 persen menjadi 0,9 persen, sejalan dengan target aspirasi BNI tahun ini.
Pertumbuhan kredit yang sehat juga didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI sebesar 5 persen YoY menjadi Rp819,6 triliun.
Pertumbuhan DPK tertinggi berasal dari penghimpunan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) sebesar 6,3%, terutama pada produk tabungan yang tumbuh solid sebesar 10,2 persen YoY menjadi Rp257,8 triliun dan giro yang tumbuh 3,4% YoY menjadi Rp320 triliun.
Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi digital BNI dalam memperoleh CASA transaksional.
”Keberhasilan digitalisasi dengan hadirnya aplikasi wondr by BNI dan BNIdirect telah berkontribusi terhadap peningkatan CASA, sehingga rasio dana murah meningkat menjadi 70,5% terhadap total DPK atau tertinggi dari empat kuartal sebelumnya,” ujar Paolo.
Pertumbuhan berkualitas dari sisi kredit dan DPK ini mampu mendorong kenaikan net interest income (NII) sebesar 4,7% YoY menjadi Rp9,8 triliun, sehingga pendapatan operasional BNI naik 2,8% menjadi Rp15,25 triliun.
Kontribusi pembiayaan dari anak usaha juga meningkat dari 1,6% menjadi 2,2%. Pertumbuhan kredit BNI secara konsolidasi pada kuartal I 2025 dinilai telah sesuai dengan target yang ditetapkan perseroan untuk sepanjang tahun ini.
Dari sisi kualitas aset, rasio non performing loan (NPL) BNI terjaga di level 2 persen dan loan at risk (LAR) turun menjadi 10,9 persen dari 13,3% pada kuartal I-2024.
Perbaikan kualitas aset ini juga berdampak pada penghematan beban pencadangan atau credit cost dari 1 persen menjadi 0,9 persen, sejalan dengan target aspirasi BNI tahun ini.
Pertumbuhan kredit yang sehat juga didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI sebesar 5 persen YoY menjadi Rp819,6 triliun.
Pertumbuhan DPK tertinggi berasal dari penghimpunan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) sebesar 6,3%, terutama pada produk tabungan yang tumbuh solid sebesar 10,2 persen YoY menjadi Rp257,8 triliun dan giro yang tumbuh 3,4% YoY menjadi Rp320 triliun.
Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi digital BNI dalam memperoleh CASA transaksional.
”Keberhasilan digitalisasi dengan hadirnya aplikasi wondr by BNI dan BNIdirect telah berkontribusi terhadap peningkatan CASA, sehingga rasio dana murah meningkat menjadi 70,5% terhadap total DPK atau tertinggi dari empat kuartal sebelumnya,” ujar Paolo.
Pertumbuhan berkualitas dari sisi kredit dan DPK ini mampu mendorong kenaikan net interest income (NII) sebesar 4,7% YoY menjadi Rp9,8 triliun, sehingga pendapatan operasional BNI naik 2,8% menjadi Rp15,25 triliun.
Lihat Juga :