Meski Ekonomi Lesu, Rupiah Semringah ke Rp16.761 Tersengat Tarif Trump
Selasa, 29 April 2025 - 16:26 WIB
loading...
A
A
A
Sentimen dari China diperkirakan akan mendapat konfirmasi lebih lanjut dari rilis data aktivitas manufaktur resmi dan Caixin pada Rabu (30/4), yang akan memberikan gambaran awal dampak kebijakan tarif terhadap sektor industri negara tersebut.
Dari dalam negeri, penguatan rupiah terjadi di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025. Realisasi belanja negara hingga Maret 2025 hanya tumbuh 1,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp620,3 triliun.
Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan belanja pemerintah pusat sebesar 3,37 persen yoy menjadi Rp413,2 triliun, termasuk belanja kementerian/lembaga (K/L) yang menyusut 11,75 persen yoy menjadi Rp217,1 triliun.
"Lambatnya realisasi belanja pemerintah menjadi tantangan tersendiri bagi ekonomi domestik. Namun, untuk pasar valuta asing, sentimen eksternal saat ini menjadi faktor dominan," jelas Ibrahim.
Baca Juga: Saling Silang AS-China Soal Tarif, Rupiah Terguncang ke Rp16.855
Dari dalam negeri, penguatan rupiah terjadi di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025. Realisasi belanja negara hingga Maret 2025 hanya tumbuh 1,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp620,3 triliun.
Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan belanja pemerintah pusat sebesar 3,37 persen yoy menjadi Rp413,2 triliun, termasuk belanja kementerian/lembaga (K/L) yang menyusut 11,75 persen yoy menjadi Rp217,1 triliun.
"Lambatnya realisasi belanja pemerintah menjadi tantangan tersendiri bagi ekonomi domestik. Namun, untuk pasar valuta asing, sentimen eksternal saat ini menjadi faktor dominan," jelas Ibrahim.
Baca Juga: Saling Silang AS-China Soal Tarif, Rupiah Terguncang ke Rp16.855
Lihat Juga :