Dominasi Dolar AS Terancam, Negara-negara Dunia Ramai-ramai Buang USD
Selasa, 29 April 2025 - 21:08 WIB
loading...
Negara-negara di dunia mulai mengalihkan ketergantungan mereka dari dolar AS ke aset lain seperti emas, mata uang lokal hingga aset digital. FOTO/AP
A
A
A
JAKARTA - Dominasi dolar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang utama dunia mulai tercancam ditinggalkan. Sejumlah negara mengalihkan ketergantungan mereka dari dolar AS ke aset lain seperti emas, mata uang lokal hingga aset digital.
Fenomena ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dominasi dolar AS di tengah kebijakan ekonomi yang dianggap agresif seperti penerapan tarif perdagangan Pemerintah AS.
Mengutip laporan Watcher Guru, tren global saat ini menunjukkan pergeseran menuju sistem mata uang multipolar. Sejumlah negara memilih untuk mendiversifikasi cadangan devisa mereka demi mengurangi risiko ekonomi yang ditimbulkan oleh ketergantungan terhadap dolar AS.
Harga emas dunia mencapai rekor tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini dipicu oleh aksi sejumlah negara yang meningkatkan kepemilikan cadangan emas mereka sebagai upaya diversifikasi dan perlindungan terhadap volatilitas pasar.
Negara seperti China dan India diketahui aktif menambah cadangan emas mereka. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menghadapi ketidakpastian global yang dipicu oleh kebijakan tarif AS yang dimulai sejak era Presiden Donald Trump. Emas dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang andal di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.
Baca Juga: Menlu BRICS Berkumpul di Brasil, Bahas Ancaman Tarif Trump
Fenomena ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dominasi dolar AS di tengah kebijakan ekonomi yang dianggap agresif seperti penerapan tarif perdagangan Pemerintah AS.
Mengutip laporan Watcher Guru, tren global saat ini menunjukkan pergeseran menuju sistem mata uang multipolar. Sejumlah negara memilih untuk mendiversifikasi cadangan devisa mereka demi mengurangi risiko ekonomi yang ditimbulkan oleh ketergantungan terhadap dolar AS.
1. Negara Beralih ke Emas
Harga emas dunia mencapai rekor tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini dipicu oleh aksi sejumlah negara yang meningkatkan kepemilikan cadangan emas mereka sebagai upaya diversifikasi dan perlindungan terhadap volatilitas pasar.
Negara seperti China dan India diketahui aktif menambah cadangan emas mereka. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menghadapi ketidakpastian global yang dipicu oleh kebijakan tarif AS yang dimulai sejak era Presiden Donald Trump. Emas dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang andal di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.
Baca Juga: Menlu BRICS Berkumpul di Brasil, Bahas Ancaman Tarif Trump
Lihat Juga :