Ekspor Minyak Rusia Merayap Naik, Sanksi AS Mulai Melunak?

Rabu, 30 April 2025 - 07:34 WIB
loading...
Ekspor Minyak Rusia...
Ekspor minyak Rusia dilaporkan mengalami peningkatan dalam dua minggu terakhir, ketika kapal tanker yang dijatuhi sanksi di bawah pemerintahan AS sebelumnya kembali mengangkut minyak mentah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekspor minyak Rusia dilaporkan mengalami peningkatan dalam dua minggu terakhir, ketika beberapa kapal tanker yang dijatuhi sanksi di bawah pemerintahan Amerika Serikat (AS) sebelumnya telah kembali mengangkut minyak mentah Rusia. Hal ini dilaporkan mengutip data pelacakan kapal.

Seperti diketahui negara-negara Barat telah memberlakukan pembatasan minyak pada kapal-kapal Rusia, sebagai upaya menekan pendapatan minyak Moskow di tengah perang Ukraina yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Sanksi AS Gagal Runtuhkan Moskow, Rusia Catat Pertumbuhan Ekonomi 4,1%

Presiden AS, Donald Trump dikabarkan menahan diri untuk tidak menjatuhkan sanksi tambahan sebagai alasan kenapa beberapa kapal yang dikenai sanksi di bawah mantan Presiden Joe Biden kembali beroperasi.

"Setidaknya 18 dari 39 kapal yang masuk daftar hitam oleh AS pada tahun 2023 dan 2024 sekarang secara teratur mengangkut barel dari pelabuhan Rusia, setelah sebelumnya menganggur sejak dijatuhi sanksi," tulis Bloomberg.

Beberapa kapal tanker yang masuk daftar hitam dilaporkan kembali beroperasi karena pendekatan Presiden AS Donald Trump terhadap sanksi.

Tahun lalu, AS dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada Sovcomflot, perusahaan pelayaran milik negara terbesar Rusia, bersama dengan 14 kapal tanker minyak mentahnya. Washington dan Brussels juga menargetkan apa yang disebut sebagai armada bayangan Rusia, jaringan kapal tanker tua yang digunakan untuk menghindari pembatasan.

Namun sejak menjabat pada bulan Januari, Presiden AS Donald Trump secara aktif terlibat dalam upaya diplomatik untuk menengahi gencatan senjata antara Moskow dan Kiev. Pendekatannya terhadap sanksi juga lebih terkendali dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.

Sementara Trump secara terbuka mengancam akan menjatuhkan sanksi "skala besar" atau sekunder tambahan terhadap Rusia jika tidak menyetujui kesepakatan damai. Trump juga mengajukan kemungkinan pelonggaran pembatasan tertentu sebagai bagian dari negosiasi perdamaian perang Rusia-Ukraina.

Ada beberapa catatan bahwa pendapatan Rusia dari ekspor minyak sedikit berubah sekitar USD1,3 miliar per minggu, yang menunjukkan bahwa aliran yang lebih tinggi diimbangi oleh harga rendah. Harga minyak mentah terpantau menurun dalam beberapa pekan terakhir karena peningkatan pasokan dan ketidakpastian ekonomi.

Baca Juga: Sebut AS Merusak Perdagangan Bilateral, Rusia Tak Akan Pernah Minta Keringanan Sanksi

Sebelum eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022, hampir setengah dari ekspor minyak mentah Rusia ditujukan untuk negara-negara Eropa. Pada tahun 2024, pangsa itu anjlok menjadi 10% karena larangan UE.

Kemudian Rusia mengalihkan pasokannya ke China dan India, yang menyumbang 87% dari ekspor minyak mentah Rusia pada tahun 2024, naik dari 35% sebelum konflik, menurut angka dari Oxford Analytica.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Rekomendasi
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Berita Terkini
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved