Ekonomi Diganggu Tarif Trump, Begini Respons Dirut BRI
Rabu, 30 April 2025 - 11:52 WIB
loading...
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Hery Gunardi menyoroti bahwa perekonomian global sepanjang triwulan pertama tahun 2025 masih diwarnai oleh ketidakpastian. Foto/Dokl
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) , Hery Gunardi menyoroti bahwa perekonomian global sepanjang triwulan pertama tahun 2025 masih diwarnai oleh ketidakpastian. Terutama akibat tensi geopolitik dan dampak lanjutan dari perang tarif yang turut menekan aktivitas perdagangan internasional dan rantai pasok.
BRI memperkirakan adanya potensi dampak jangka pendek akibat kebijakan tarif baru. Namun, Hery menyampaikan bahwa saat ini sedang berlangsung negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang lebih baik.
Ia juga menekankan bahwa ekonomi Indonesia, termasuk bisnis BRI , lebih banyak bergantung pada permintaan domestik atau konsumsi dalam negeri. Baca Juga: BRI Cetak Laba Bersih Rp13,67 Triliun di Kuartal I 2025
"BRI memperkirakan akan ada dampak jangka pendek akibat kebijakan tarif baru. Namun, saat ini sedang berlangsung negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat yang diharapkan menghasilkan kesepakatan yang lebih baik lagi," jelas Hery dalam Press Conference Paparan Kinerja Keuangan BRI Kuartal I Tahun 2025, Rabu (30/4/2025).
"Perlu dicatat bahwa ekonomi Indonesia, termasuk bisnis bank rakyat Indonesia, lebih banyak bergantung pada domestic demand atau konsumsi domestik. Sehingga selain dari depresiasi mata uang yang terjadi, perang tarif diproyeksikan tidak berdampak terlalu signifikan untuk bisnisnya BRI maupun juga untuk Indonesia," imbuhnya.
BRI memperkirakan adanya potensi dampak jangka pendek akibat kebijakan tarif baru. Namun, Hery menyampaikan bahwa saat ini sedang berlangsung negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang lebih baik.
Ia juga menekankan bahwa ekonomi Indonesia, termasuk bisnis BRI , lebih banyak bergantung pada permintaan domestik atau konsumsi dalam negeri. Baca Juga: BRI Cetak Laba Bersih Rp13,67 Triliun di Kuartal I 2025
"BRI memperkirakan akan ada dampak jangka pendek akibat kebijakan tarif baru. Namun, saat ini sedang berlangsung negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat yang diharapkan menghasilkan kesepakatan yang lebih baik lagi," jelas Hery dalam Press Conference Paparan Kinerja Keuangan BRI Kuartal I Tahun 2025, Rabu (30/4/2025).
"Perlu dicatat bahwa ekonomi Indonesia, termasuk bisnis bank rakyat Indonesia, lebih banyak bergantung pada domestic demand atau konsumsi domestik. Sehingga selain dari depresiasi mata uang yang terjadi, perang tarif diproyeksikan tidak berdampak terlalu signifikan untuk bisnisnya BRI maupun juga untuk Indonesia," imbuhnya.
Lihat Juga :