Jaga Likuiditas, Kredit BNI Tumbuh 10,1% Jadi Rp765,47 Triliun di Kuartal I-2025
Rabu, 30 April 2025 - 20:23 WIB
loading...
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melaporkan kinerja kredit perbankan di Kuartal I-2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memilih langkah konservatif dalam menyalurkan kredit di tengah tantangan likuiditas yang masih membayangi industri perbankan. Strateginya adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi dan risiko kredit.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyebutkan, fokus utama perseroan pada kuartal I 2025 adalah memperkuat likuiditas sembari tetap menjaga kualitas kredit. Strategi ini tercermin dari dominasi penyaluran kredit ke segmen korporasi berkualitas tinggi.
“BNI fokus untuk memperkuat likuiditas dengan menyeimbangkan antara pertumbuhan kredit dan faktor risiko, hal ini terlihat dari kontribusi segmen korporasi berkualitas yang mendominasi penyaluran kredit pada kuartal I tahun ini,” ujar Okki dalam keterangannya, Rabu (30/4).
Baca Juga: BNI Cetak Laba Bersih Rp5,4 T di Awal 2025, Kredit dan Tabungan Tumbuh Solid
Pada kuartal I-2025, BNI membukukan kredit sebesar Rp765,47 triliun atau tumbuh 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari total kredit tersebut, segmen korporasi menyumbang porsi terbesar yaitu 56,6%. Sementara itu, kredit konsumer berkontribusi 18,9%.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyebutkan, fokus utama perseroan pada kuartal I 2025 adalah memperkuat likuiditas sembari tetap menjaga kualitas kredit. Strategi ini tercermin dari dominasi penyaluran kredit ke segmen korporasi berkualitas tinggi.
“BNI fokus untuk memperkuat likuiditas dengan menyeimbangkan antara pertumbuhan kredit dan faktor risiko, hal ini terlihat dari kontribusi segmen korporasi berkualitas yang mendominasi penyaluran kredit pada kuartal I tahun ini,” ujar Okki dalam keterangannya, Rabu (30/4).
Baca Juga: BNI Cetak Laba Bersih Rp5,4 T di Awal 2025, Kredit dan Tabungan Tumbuh Solid
Pada kuartal I-2025, BNI membukukan kredit sebesar Rp765,47 triliun atau tumbuh 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari total kredit tersebut, segmen korporasi menyumbang porsi terbesar yaitu 56,6%. Sementara itu, kredit konsumer berkontribusi 18,9%.
Lihat Juga :