Jaga Likuiditas, Kredit BNI Tumbuh 10,1% Jadi Rp765,47 Triliun di Kuartal I-2025
Rabu, 30 April 2025 - 20:23 WIB
loading...
A
A
A
BNI juga terus menggarap segmen menengah dan kecil, terutama dengan membidik value chain dari nasabah korporasi maupun debitur eksisting lainnya. Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 5 persen menjadi Rp819,58 triliun. Pertumbuhan ditopang oleh tabungan yang naik 10,2 persen dan giro yang meningkat 3,4 persen secara tahunan.
Hasilnya, komposisi dana murah (CASA) naik jadi 70,5%, lebih tinggi dibanding akhir 2024 di level 69,9%. Biaya dana atau cost of fund juga membaik dari 2,79% menjadi 2,75%. Strategi menjaga likuiditas terlihat dari penurunan rasio loan to deposit (LDR) dari 96,1% di kuartal IV-2024 menjadi 93,1% di kuartal I-2025. Dengan ruang likuiditas yang lebih lega, BNI percaya diri bisa mengejar target kredit dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Baca Juga: BNI Pimpin Kredit Sindikasi Rp1,84 Triliun Bangun Pabrik Mobil Listrik VinFast di Subang
Soal kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BNI tetap stabil di 2%, sementara rasio kredit berisiko (loan at risk/LAR) turun jadi 10,9 persen dari sebelumnya 13,3%. Kondisi ini mendorong efisiensi beban pencadangan atau credit cost dari 1 persen menjadi 0,9 persen. Dengan demikian, BNI optimistis, strategi konservatif ini akan menopang kinerja sepanjang 2025 sambil menjaga kesehatan neraca keuangan.
Hasilnya, komposisi dana murah (CASA) naik jadi 70,5%, lebih tinggi dibanding akhir 2024 di level 69,9%. Biaya dana atau cost of fund juga membaik dari 2,79% menjadi 2,75%. Strategi menjaga likuiditas terlihat dari penurunan rasio loan to deposit (LDR) dari 96,1% di kuartal IV-2024 menjadi 93,1% di kuartal I-2025. Dengan ruang likuiditas yang lebih lega, BNI percaya diri bisa mengejar target kredit dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Baca Juga: BNI Pimpin Kredit Sindikasi Rp1,84 Triliun Bangun Pabrik Mobil Listrik VinFast di Subang
Soal kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BNI tetap stabil di 2%, sementara rasio kredit berisiko (loan at risk/LAR) turun jadi 10,9 persen dari sebelumnya 13,3%. Kondisi ini mendorong efisiensi beban pencadangan atau credit cost dari 1 persen menjadi 0,9 persen. Dengan demikian, BNI optimistis, strategi konservatif ini akan menopang kinerja sepanjang 2025 sambil menjaga kesehatan neraca keuangan.
(nng)
Lihat Juga :