Genjot Penerimaan, Aset Negara Perlu Dikelola Lebih Optimal

Senin, 07 September 2020 - 06:30 WIB
loading...
Genjot Penerimaan, Aset...
Pemerintah perlu optimalisasi aset negara agar lebih produktif. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerinah dinilai masih memiliki peluang untuk terus menambah pendapatan negara di tengah pandemi Covid-19. Sebab itu, pemerintah diminta untuk mengidentifikasi berbagai sumber potensial yang bisa mendorong pemasukan negara. Salah satunya terkait dengan pengelolaan aset negara . Aset-aset yang dimiliki negara seharusnya dikelola dengan lebih baik agar bisa memberikan kontribusi. Jika pun dikelola pihak ketiga, juga seharusnya bisa lebih dioptimalkan.

Seperti diketahui, saat ini banyak aset negara yang dikelola pihak ketiga namun transparansi dan akuntabilitasnya sulit ditelusuri. Sebut saja aset berupa tanah yang didirikan beberapa pusat perbelanjaan dan hotel yang berada di kawasan Senayan, Jakarta atau di Taman Mini Indonesia Indah yang masih dikelola oleh Yayasan Harapan Kita. "Sebab itu, perlu ada terobosan sumber pembiayaan, melihat peluang, di samping pembiayaan pendapatan konvensional," kata Anggota DPR dari Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira, Senin (7/9/2020).

Baca Juga: Demi Pemasukan, Jangan Biarkan Aset-Aset Negara Menganggur

Menurut dia, berbagai langkah perlu disiapkan. Dalam situasi Covid-19, ibarat situasi perang, maka langkah strategi perlu terarah dan memiliki daya dukung. Untuk menambah anggaran agar pembiayaan negara di tengah pandemi bisa lebih optimal, pemerintah perlu melakukan terobosan, mencari berbagai peluang, tidak hanya mengedepankan sumber pembiayaan konvensional.

"Kalau di dalam masa perang negara yang ikut terlibat dalam perang mempersiapkan pertama senjata, faktor mendukung lain, logistik, makanan untuk prajurit. Perlu untuk melihat berbagai peluang, yang dapat mendorong pemasukan negara," kata Andreas.

Ketika ditanya soal optimalisasi aset aset negara yang berpotensi untuk menambah pendapatan ke APBN, Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Masyita Crystallin menyebut, di tengah pandemi, pemerintah menghadapi tantangan berat dalam memperbesar pemasukan negara mengingat sektor-sektor swasta juga terdampak, di mana aktivitas bisnis lebih sepi, juga demand dari masyarakat ikut turun.

Adapun terhadap optimalisasi aset, menurut dia, berbagai sumber calon sumber pembiayaan yang potensial, terus diidentifikasi pemerintah, termasuk dalam hal optimalisasi aset negara."Kalau me-manage di situasi darurat, (optimalisasi aset negara) memang itu salah satu pilihan juga. Dalam melihat anggaran pemerintah, tiga tahun ke depan, masih ada potensi minus ke tiga persen," kata dia.

Agar pembiayaan diatur dengan baik, tentu langkah extra ordinary bisa dilakukan. Opsi pertama apa, kapan, dan juga waktu yang tepat. "Namun aset juga harganya sedang jatuh, mencari pembeli juga tidak semudah itu juga, harga juga belum terlalu baik," ucap Masyita.

Baca Juga: Wow! Pemerintah Buru Harta Karun Batangan Emas di Dasar Laut

Ia menambahkan, dari sisi pengelolaan anggaran, pemerintah menerapkan berbagai langkah dengan prinsip melakukan langkah terbaik dan menyiapkan penanganan hingga skenario terburuk. Sehingga diharapkan perekonomian tidak semakin terkontraksi, demand kembali meningkat. Tidak hanya itu, juga perlu melakukan evaluasi secara real time untuk setiap kebijakan dan membuka ruang perbaikan. "Good governance tetap dijaga, pemerintah bekerja di dua sisi, berusaha secepat mungkin, dari sisi pencariran anggaran dipermudah, cepat dengan tetap kedepankan sisi governance," ucapnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Potensi Tambahan Penerimaan...
Potensi Tambahan Penerimaan Negara dari DSI Masih Dihitung, Purbaya: Belum Ketemu Angkanya
Pakai AI, Purbaya Beberkan...
Pakai AI, Purbaya Beberkan Modus Under Invoicing Ekspor CPO dan Batu Bara
Lampaui Target, Bea...
Lampaui Target, Bea Cukai Sumbawa Kantongi Rp1,44 Triliun dalam Empat Bulan
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Rekomendasi
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Di Seminar JARI, Para...
Di Seminar JARI, Para Pakar Kritisi Konstitusi untuk Kemajuan Bangsa
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved