Dunia Industri Lift dan Eskalator Indonesia Menggiurkan, APPLE Jajaki Kerja Sama dengan China
Selasa, 29 April 2025 - 19:51 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Aliansi Perusahaan dan Profesional Lift Eskalator (APPLE) Indonesia menerima kunjungan Sekretaris Jenderal China Elevator Association (CEA) Zhang Lexiang di Jakarta, Senin (28/4).
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan kedua asosiasi di sektor lift dan eskalator.
Ketua Umum APPLE Indonesia, Nanang Komara melihat potensi kolaborasi yang besar, terutama dalam pengembangan industri lift dan eskalator di Indonesia.
"CEA berkomitmen mendukung kami, termasuk dalam hal edukasi kepada anggotanya agar tidak sembarangan masuk ke pasar Indonesia," ujar Nanang.
Menurut Nanang, regulasi ketat akan diterapkan untuk perusahaan asing yang ingin masuk ke Indonesia.
Salah satunya adalah keharusan memiliki agen lokal agar keberadaan perusahaan asing dapat dikontrol dengan lebih baik.
Saat ini, dari sekitar 200 perusahaan di bidang lift dan eskalator di Indonesia, baru 37 yang memiliki izin resmi.
"Kami akan melakukan penertiban terhadap agen-agen di Indonesia, dan hasilnya akan kami sampaikan kepada Menteri terkait," tambah Nanang.
Selain itu, APPLE Indonesia juga berencana mempelajari sistem pengembangan anggota dan standarisasi yang telah diterapkan di Tiongkok.
Di sana, industri lift dan eskalator telah mencapai tingkat kelebihan suplai dengan pasar yang sedikit."Ini juga menjadi ancaman dan tantangan bagi para produsen lokal," tutur Nanang.
Sebagai bagian dari rencana kerja sama, akan ada pameran lift dan eskalator di Kemayoran pada November 2025.
Sebelumnya, APPLE Indonesia juga mendapat undangan untuk berkunjung ke Tiongkok pada Mei mendatang."Ini masih tahap awal dari kerja sama yang lebih besar ke depannya," kata Nanang.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan kedua asosiasi di sektor lift dan eskalator.
Ketua Umum APPLE Indonesia, Nanang Komara melihat potensi kolaborasi yang besar, terutama dalam pengembangan industri lift dan eskalator di Indonesia.
"CEA berkomitmen mendukung kami, termasuk dalam hal edukasi kepada anggotanya agar tidak sembarangan masuk ke pasar Indonesia," ujar Nanang.
Menurut Nanang, regulasi ketat akan diterapkan untuk perusahaan asing yang ingin masuk ke Indonesia.
Salah satunya adalah keharusan memiliki agen lokal agar keberadaan perusahaan asing dapat dikontrol dengan lebih baik.
Saat ini, dari sekitar 200 perusahaan di bidang lift dan eskalator di Indonesia, baru 37 yang memiliki izin resmi.
"Kami akan melakukan penertiban terhadap agen-agen di Indonesia, dan hasilnya akan kami sampaikan kepada Menteri terkait," tambah Nanang.
Selain itu, APPLE Indonesia juga berencana mempelajari sistem pengembangan anggota dan standarisasi yang telah diterapkan di Tiongkok.
Di sana, industri lift dan eskalator telah mencapai tingkat kelebihan suplai dengan pasar yang sedikit."Ini juga menjadi ancaman dan tantangan bagi para produsen lokal," tutur Nanang.
Sebagai bagian dari rencana kerja sama, akan ada pameran lift dan eskalator di Kemayoran pada November 2025.
Sebelumnya, APPLE Indonesia juga mendapat undangan untuk berkunjung ke Tiongkok pada Mei mendatang."Ini masih tahap awal dari kerja sama yang lebih besar ke depannya," kata Nanang.
(tar)
Lihat Juga :