Kembali Untung usai Digerus Sanksi Barat, Gazprom Raup Rp245,6 Triliun
Jum'at, 02 Mei 2025 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
"Gazprom telah memperkuat posisinya di sejumlah indikator keuangan utama pada tahun 2024, menegaskan efektivitas dan ketahanan model bisnisnya," kata Wakil CEO Gazprom, Famil Sadygov yang mengomentari kinerja perusahaan.
Sadygov mengaitkan peningkatan kinerja dengan meningkatnya ekspor gas ke negara-negara seperti China, dan pendapatan bunga yang lebih tinggi.
Gazprom yang pernah menjadi perusahaan paling berharga di Rusia, terpaksa menelan rekor kerugian tahun lalu seiring anjloknya penjualan ke UE, yang pernah menjadi pasar utamanya. Perusahaan melaporkan kerugian bersih USD6,8 miliar untuk tahun 2023, pertama kalinya sejak 1999.
Kondisi tersebut sangat kontras dengan laba bersih sebesar USD13,2 miliar yang tercatat pada tahun 2022. Sementara itu pada tahun 2024, pendapatan Gazprom Group – yang mencakup bisnis gas, minyak, dan tenaga listrik – melonjak 25% menjadi 10,7 triliun rubel (USD130,8 miliar) untuk menjadikannya hasil tertinggi kedua perusahaan sepanjang tercatat.
Baca Juga: Rusia Tuntut Raksasa Energi Inggris Bayar Ganti Rugi Rp26,3 Triliun
Sadygov mengaitkan peningkatan kinerja dengan meningkatnya ekspor gas ke negara-negara seperti China, dan pendapatan bunga yang lebih tinggi.
Gazprom yang pernah menjadi perusahaan paling berharga di Rusia, terpaksa menelan rekor kerugian tahun lalu seiring anjloknya penjualan ke UE, yang pernah menjadi pasar utamanya. Perusahaan melaporkan kerugian bersih USD6,8 miliar untuk tahun 2023, pertama kalinya sejak 1999.
Kondisi tersebut sangat kontras dengan laba bersih sebesar USD13,2 miliar yang tercatat pada tahun 2022. Sementara itu pada tahun 2024, pendapatan Gazprom Group – yang mencakup bisnis gas, minyak, dan tenaga listrik – melonjak 25% menjadi 10,7 triliun rubel (USD130,8 miliar) untuk menjadikannya hasil tertinggi kedua perusahaan sepanjang tercatat.
Baca Juga: Rusia Tuntut Raksasa Energi Inggris Bayar Ganti Rugi Rp26,3 Triliun
Lihat Juga :