Kembali Untung usai Digerus Sanksi Barat, Gazprom Raup Rp245,6 Triliun

Jum'at, 02 Mei 2025 - 11:12 WIB
loading...
Kembali Untung usai...
Perusahaan raksasa energi Rusia, Gazprom kembali membukukan laba pada 2024, setelah tahun sebelumnya menelan kerugian pertama dalam lebih dari dua dekade. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perusahaan raksasa energi Rusia, Gazprom kembali membukukan laba pada 2024, setelah tahun sebelumnya menelan kerugian pertama dalam lebih dari dua dekade. Peningkatan ini dikaitkan dengan lonjakan ekspor gas ke negara-negara seperti China.

Kenaikan ekspor gas bersamaan dengan dinamika harga yang menguntungkan menjadi pendorong utama pertumbuhan keuangan, kata pihak perusahaan seperti dilansir RT.

Baca Juga: Raksasa Gas Rusia Gazprom Berjuang Bangkit usai Menelan Kerugian Rp210,5 Triliun

Gazprom yang pernah menjadi pemasok gas utama ke Uni Eropa (UE), secara dramatis mengurangi ekspornya ke wilayah itu pada tiga tahun lalu menyusul sanksi terkait Ukraina yang diberlakukan oleh Barat dan sabotase pipa Nord Stream .

Pangsa Rusia dari impor gas pipa Uni Eropa turun dari lebih dari 40% pada tahun 2021 menjadi sekitar 11% pada tahun 2024. Laba bersih Gazprom sepanjang 2024 sebesar 1,2 triliun rubel (USD14,76 miliar) setara Rp245,6 triliun, didorong oleh peningkatan bisnis gas dan meningkatnya pendapatan bunga dari investasi keuangan dalam bisnis gasnya dan peningkatan pendapatan bunga dari investasi keuangan.

"Gazprom telah memperkuat posisinya di sejumlah indikator keuangan utama pada tahun 2024, menegaskan efektivitas dan ketahanan model bisnisnya," kata Wakil CEO Gazprom, Famil Sadygov yang mengomentari kinerja perusahaan.

Sadygov mengaitkan peningkatan kinerja dengan meningkatnya ekspor gas ke negara-negara seperti China, dan pendapatan bunga yang lebih tinggi.

Gazprom yang pernah menjadi perusahaan paling berharga di Rusia, terpaksa menelan rekor kerugian tahun lalu seiring anjloknya penjualan ke UE, yang pernah menjadi pasar utamanya. Perusahaan melaporkan kerugian bersih USD6,8 miliar untuk tahun 2023, pertama kalinya sejak 1999.

Kondisi tersebut sangat kontras dengan laba bersih sebesar USD13,2 miliar yang tercatat pada tahun 2022. Sementara itu pada tahun 2024, pendapatan Gazprom Group – yang mencakup bisnis gas, minyak, dan tenaga listrik – melonjak 25% menjadi 10,7 triliun rubel (USD130,8 miliar) untuk menjadikannya hasil tertinggi kedua perusahaan sepanjang tercatat.

Baca Juga: Rusia Tuntut Raksasa Energi Inggris Bayar Ganti Rugi Rp26,3 Triliun

Sedangkan level tertinggi sepanjang masa dicapai perusahaan pada tahun 2022 usai meraup 11,7 triliun rubel (USD143 miliar). Hal itu terjadi ketika harga gas Eropa melonjak di tengah keputusan UE untuk mengekang impor dari Rusia menyusul eskalasi konflik Ukraina.

Sementara itu pengeluaran Gazprom turun 3% menjadi 2,4 triliun rubel (USD29,5 miliar). Perusahaan mengatakan utangnya tetap tidak berubah pada posisi 6,7 triliun rubel, serta menambahkan bahwa mereka memegang cadangan kas lebih dari 1 triliun rubel.

"Cadangan dana di neraca ini memastikan stabilitas keuangan Grup yang tinggi bahkan di bawah tekanan sanksi," kata Sadygov.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Rekomendasi
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved