Legislator Wanti-wanti Membuka Keran Ekspor Bakal Menghambat Hilirisasi Bauksit
Jum'at, 02 Mei 2025 - 13:50 WIB
loading...
Munculnya opsi relaksasi ekspor bijih bauksit menjadi sorotan legislator yang dinilai bisa menggoyahkan kepercayaan investor yang sedang atau akan membangun smelter. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan hilirisasi bauksit dinilai memasuki fase kritis. Turunnya produksi nasional dan belum optimalnya pembangunan smelter dalam negeri mendorong munculnya opsi relaksasi ekspor bijih bauksit agar kegiatan ekonomi di hulu tambang tetap berjalan. Namun, rencana ini menuai sorotan dari kalangan legislatif.
Anggota Komisi XII DPR RI, Gulam Mohamad Sharon menyatakan, tidak sependapat dengan wacana relaksasi ekspor tersebut. Menurutnya, membuka kembali keran ekspor bijih bauksit justru berpotensi menghambat hilirisasi , serta menggoyahkan kepercayaan investor yang sedang atau akan membangun smelter.
“Saya mendukung penuh kebijakan Presiden dalam membangun ekosistem industri nasional. Tapi kalau ekspor dibuka lagi, kita harus pikirkan ulang. Ini bisa mengulang kesalahan masa lalu, di mana begitu ekspor dibuka, banyak investor membatalkan pembangunan smelter,” kata Sharon.
Baca Juga: Catat! Ekspor Bauksit Dilarang Mulai Besok 10 Juni, Tembaga Dapat Keringanan
Sharon menyebut, pengalaman serupa pernah terjadi saat larangan ekspor pertama diberlakukan di era Presiden SBY, yang mendorong pembangunan smelter oleh WHW di Kalimantan Barat. Namun setelah kebijakan dilonggarkan, komitmen pembangunan banyak yang terhenti karena lebih menguntungkan menjual material mentah.
Anggota Komisi XII DPR RI, Gulam Mohamad Sharon menyatakan, tidak sependapat dengan wacana relaksasi ekspor tersebut. Menurutnya, membuka kembali keran ekspor bijih bauksit justru berpotensi menghambat hilirisasi , serta menggoyahkan kepercayaan investor yang sedang atau akan membangun smelter.
“Saya mendukung penuh kebijakan Presiden dalam membangun ekosistem industri nasional. Tapi kalau ekspor dibuka lagi, kita harus pikirkan ulang. Ini bisa mengulang kesalahan masa lalu, di mana begitu ekspor dibuka, banyak investor membatalkan pembangunan smelter,” kata Sharon.
Baca Juga: Catat! Ekspor Bauksit Dilarang Mulai Besok 10 Juni, Tembaga Dapat Keringanan
Sharon menyebut, pengalaman serupa pernah terjadi saat larangan ekspor pertama diberlakukan di era Presiden SBY, yang mendorong pembangunan smelter oleh WHW di Kalimantan Barat. Namun setelah kebijakan dilonggarkan, komitmen pembangunan banyak yang terhenti karena lebih menguntungkan menjual material mentah.
Lihat Juga :