Trump Kenakan Tarif 100% untuk Film dari Luar Amerika

Senin, 05 Mei 2025 - 12:05 WIB
loading...
Trump Kenakan Tarif...
Perang tarif Presiden AS Donald Trump kian melebar, kini menyasar film-film dari luar Amerika. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengenakan tarif 100% pada film -film yang dibuat di negara-negara asing. Trump menyatakan telah memberi wewenang kepada Departemen Perdagangan dan Perwakilan Dagang AS untuk memulai proses penerapan pungutan itu untuk menyelamatkan industri film Amerika yang sedang "sekarat".

Orang nomor satu di AS itu menyalahkan "upaya bersama" oleh negara-negara lain yang menawarkan insentif untuk menarik para pembuat film dan studio, yang ia gambarkan sebagai "ancaman Keamanan Nasional".

Baca Juga: Breaking News: Ekonomi Indonesia Cuma Tumbuh 4,87% di Kuartal I-2025

"Itu, selain semua hal lainnya, adalah pesan dan propaganda!" kata Trump di platform Truth Social miliknya. "KAMI INGIN FILM-FILM YANG DIBUAT DI AMERIKA, LAGI!" ujarnya, seperti dilansir BBC, Senin (5/5/2025).

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menanggapi pengumuman terbaru tersebut, dengan mengatakan bahwa pihaknya sedang menjalankan perintah tersebut. Namun, rincian langkah tersebut tidak jelas. Pernyataan Trump tidak mengatakan apakah tarif akan berlaku untuk perusahaan-perusahaan produksi Amerika yang memproduksi film-film di luar negeri.

Diketahui, beberapa film besar terkini yang diproduksi oleh studio-studio AS direkam di luar Amerika, termasuk Deadpool & Wolverine, Wicked, dan Gladiator II.

Tarif tampaknya betul-betul menjadi senjata utama Trump sejak kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari lalu. Trump telah mengenakan tarif pada negara-negara mitra dagang Amerika di seluruh dunia. Ia berpendapat tarif akan meningkatkan produsen AS dan melindungi lapangan pekerjaan -meski ekonomi global telah dilanda kekacauan sebagai akibatnya, dan harga barang-barang di seluruh dunia diperkirakan akan naik.

Menjelang pelantikannya, Trump menunjuk tiga bintang film - Jon Voight, Mel Gibson, dan Sylvester Stallone - untuk menjadi duta besar khusus yang bertugas mempromosikan peluang bisnis di Hollywood, yang ia gambarkan sebagai "tempat yang hebat tetapi sangat bermasalah".

Baca Juga: Permintaan Terakhir Paus Fransiskus: Kirim Mobil Paus untuk Tolong Anak-anak Gaza!

"Mereka akan menjadi Utusan Khusus bagi saya untuk tujuan membawa Hollywood, yang telah kehilangan banyak bisnis selama empat tahun terakhir ke Negara-negara Asing, KEMBALI—LEBIH BESAR, LEBIH BAIK, DAN LEBIH KUAT DARI SEBELUMNYA!" tulis Trump saat itu.

AS tetap menjadi pusat produksi film utama secara global meskipun menghadapi berbagai tantangan, menurut firma riset industri film ProdPro. Laporan tahunan terbarunya menunjukkan negara itu membukukan pengeluaran produksi sebesar USD14,54 miliar (£10,94 miliar) tahun lalu. Namun, jumlah itu turun 26% sejak 2022.

Negara-negara yang mengalami peningkatan pengeluaran selama periode yang sama termasuk Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Inggris, menurut laporan tersebut. Bahkan sebelum pengumuman terbaru ini, industri film AS telah terdampak oleh kebijakan perdagangan Trump.

Pada bulan April, China menyatakan akan mengurangi kuota film Amerika yang diizinkan masuk ke negara itu. "Tindakan salah pemerintah AS untuk menyalahgunakan tarif terhadapChina pasti akan semakin mengurangi dukungan penonton domestik terhadap film-film Amerika," kata Administrasi Film China. "Kami akan mengikuti aturan pasar, menghormati pilihan penonton, dan mengurangi jumlah film Amerika yang diimpor," tambahnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Rekomendasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Berita Terkini
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved