Menguak Alasan Ukraina Jual Harta Karun Logam Tanah Jarang ke Amerika

Selasa, 06 Mei 2025 - 20:41 WIB
loading...
A A A
Kremlin sejauh ini belum menanggapi kesepakatan tersebut.

Keuntungan buat Ukraina

Dalam kesepakatan tersebut juga disebut termasuk pembentukan dana investasi rekonstruksi. Satu poin menarik yang disorot oleh pemerintah Ukraina yakni keuntungan akan "sepenuhnya diinvestasikan kembali dalam ekonomi Ukraina", baik dalam proyek baru atau rekonstruksi.

Baca Juga: AS Menemukan Cara Mengalahkan China dalam Dominasi Logam Tanah Jarang

Poin ini sepertinya masih dalam bahasan, meski belum termasuk dalam perjanjian yang ditandatangani di Washington. Namun tidak menutup kemungkinan, bakal menjadi bagian dari kesepakatan "teknis" tambahan. Wakil Perdana Menteri Yulia Svyrydenko mengatakan di media sosial bahwa "persyaratan ini akan menjadi subjek diskusi lebih lanjut".

Kesepakatan ini muncul ketika Ukraina mencari jaminan keamanan dari Washington sebagai bagian dari perjanjian damai potensial dengan Moskow yang sedang dinegosiasikan oleh Presiden AS Donald Trump. Ditekennya perjanjian yang memberikan akses kepada Washington ke sumber daya alam Ukraina terjadi di tengah pemotongan bantuan militer Amerika dan meningkatnya ketegangan atas inisiatif perdamaian Trump.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Rekomendasi
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Formula 1 Hungarian...
Formula 1 Hungarian Grand Prix 2026: Jadwal Lengkap dan Link Streaming di VISION+
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved