Menguak Alasan Ukraina Jual Harta Karun Logam Tanah Jarang ke Amerika

Selasa, 06 Mei 2025 - 20:41 WIB
loading...
Menguak Alasan Ukraina...
Berikut sejumlah alasan yang membuat Ukraina menjual atau membuka pintu kepada AS (Amerika Serikat) untuk mengelola harta karun logam tanah jarang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Ukraina akhir mencapai kata sepakat untuk memberikan Washington akses ke beberapa sumber daya alam negara yang dilanda perang itu. Ada sejumlah alasan yang membuat Ukraina 'menjual' atau membuka pintu kepada AS untuk mengelola harta karun logam tanah jarang .

Presiden AS, Donald Trump sebelumnya menuntut agar Ukraina membayar kembali bantuan sebesar USD350 miliar yang diklaim oleh Trump telah diberikan oleh AS selama perang - sebuah kondisi yang ditolak oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Tetapi Washington tampaknya telah membuat konsesi. Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal mengatakan, perjanjian itu tidak mendikte bahwa negaranya harus membayar kembali "utang"

Baca Juga: Sah! Harta Karun Logam Tanah Jarang Ukraina Bakal Dicaplok AS

Trump juga menyebutkan, perjanjian mineral dengan Ukraina sebagai kemenangan bagi pihaknya, dengan mengatakan negaranya akan mendapatkan kembali "lebih banyak secara teori" daripada miliaran yang diberikan ke Ukraina oleh pendahulunya Joe Biden.

Kesepakatan ini sepertinya mengubah arah AS yang sebelumnya memberikan sinyal merapat ke Rusia. Kini AS melontarkan pernyataan keras terhadap Rusia daripada biasanya di era pemerintahan Trump yang kedua ini.

Kementerian Keuangan AS menambahkan, bahwa "tidak ada negara atau orang yang membiayai atau memasok mesin perang Rusia yang akan diizinkan untuk mendapatkan keuntungan dari rekonstruksi Ukraina".

Diketahui Ukraina telah lama berniat bergabung dengan dengan Uni Eropa (UE) dan pembicaraan aksesi secara resmi dimulai pada Juni lalu. Dalam kesepakatan ini diyakini AS bakal mendukung niat Ukraina merapat ke UE.

Selain itu, Kiev mengatakan, AS bakal mendukung transfer investasi dan teknologi tambahan di Ukraina, termasuk dari Uni Eropa dan di tempat lain. Sementara itu sebelumnya ada beberapa kekhawatiran di Kiev bahwa kesepakatan mineral dapat menghambat Ukraina untuk bergabung dengan UE, jika memberikan perlakuan istimewa kepada investor AS.

Di sisi lain AS telah membingkai kesepakatan itu sebagai hal krusial untuk ditandatangani jika Ukraina ingin terus menerima bantuan militer dari Washington.

Wakil Perdana Menteri Pertama Ukraina, Yulia Svyrydenko - yang terbang ke Washington DC untuk menandatangani kesepakatan - mengatakan, pihaknya membayangkan AS memberikan bantuan baru di masa depan, seperti sistem pertahanan udara.

Ini juga akan menandai perubahan strategi Trump - yang telah berusaha untuk mengurangi dukungan militer untuk Ukraina sejak kembali ke Gedung Putih. Satu pertanyaan yang belum selesai adalah apa arti kesepakatan itu pada akhirnya bagi perang Rusia dan Ukraina .

Kremlin sejauh ini belum menanggapi kesepakatan tersebut.

Keuntungan buat Ukraina

Dalam kesepakatan tersebut juga disebut termasuk pembentukan dana investasi rekonstruksi. Satu poin menarik yang disorot oleh pemerintah Ukraina yakni keuntungan akan "sepenuhnya diinvestasikan kembali dalam ekonomi Ukraina", baik dalam proyek baru atau rekonstruksi.

Baca Juga: AS Menemukan Cara Mengalahkan China dalam Dominasi Logam Tanah Jarang

Poin ini sepertinya masih dalam bahasan, meski belum termasuk dalam perjanjian yang ditandatangani di Washington. Namun tidak menutup kemungkinan, bakal menjadi bagian dari kesepakatan "teknis" tambahan. Wakil Perdana Menteri Yulia Svyrydenko mengatakan di media sosial bahwa "persyaratan ini akan menjadi subjek diskusi lebih lanjut".

Kesepakatan ini muncul ketika Ukraina mencari jaminan keamanan dari Washington sebagai bagian dari perjanjian damai potensial dengan Moskow yang sedang dinegosiasikan oleh Presiden AS Donald Trump. Ditekennya perjanjian yang memberikan akses kepada Washington ke sumber daya alam Ukraina terjadi di tengah pemotongan bantuan militer Amerika dan meningkatnya ketegangan atas inisiatif perdamaian Trump.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Mengapa Pemain Spanyol...
Mengapa Pemain Spanyol Tidak Menyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved