Perusahaan Barat yang Dulu Kabur, Merapat Kembali ke Rusia usai Boncos Rp4.941 Triliun

Jum'at, 09 Mei 2025 - 12:51 WIB
loading...
Perusahaan Barat yang...
Bisnis asing yang meninggalkan Rusia tiga tahun lalu, diam-diam kembali lagi ke Moskow. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bisnis asing yang meninggalkan Rusia tiga tahun lalu, diam-diam kembali lagi ke Moskow. Kembalinya perusahaan Barat ke Rusia, disampaikan oleh utusan Presiden Vladimir Putin untuk urusan investasi yakni Kirill Dmitriev.

Seperti diketahui setelah sanksi Barat menghujam Rusia setelah eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022, deretan Perusahaan Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Asia menarik diri dari Rusia karena masalah pasokan akibat dampak dari sanksi.

Perusahaan lain juga memilih kabur karena berisiko menghadapi sanksi sekunder atau tekanan dari pihak lain. Sementara itu di bulan Maret, Putin memerintahkan pemerintah untuk memperketat peraturan bagi perusahaan Barat yang ingin kembali ke pasar negara itu, untuk memastikan bahwa produsen lokal dilindungi.

Baca Juga: Dulu Kabur, Kini Perusahaan Asing Antri untuk Kembali ke Rusia

"Trennya ada, kami melihat bahwa beberapa perusahaan sudah kembali. Hanya saja tidak ada publisitas. Prosesnya, bagaimanapun saat ini sedang berlangsung," kata Dmitriev kepada wartawan seperti dilansir RT.

Dmitriev mengaku, belum lama ini bertemu perwakilan lebih dari 150 perusahaan AS yang masih beroperasi di Rusia, meskipun ada beberapa putaran sanksi. Rusia selalu memiliki sikap yang sangat positif terhadap mitra yang bertanggung jawab untuk berinvestasi di negara itu, katanya.

Menurut utusan investasi tersebut, sektor bisnis Amerika kehilangan lebih dari USD300 miliar atau setara Rp4.941 triliun (kurs Rp16.471 per USD) karena meninggalkan pasar Rusia. Ketika ditanya tentang kondisi kembalinya bisnis Barat ke Rusia, Ia memberikann catatan bahwa pemerintah secara aktif terlibat dalam "menyusun aturan" untuk proses tersebut.

Ditekankan juga oleh Dmitriev, ini bukan tentang memasang hambatan, tetapi memprioritaskan perlindungan terhadap bisnis di dalam negeri.

Moskow dan Washington diketahui sedangkan berupaya meningkatkan kembali hubungan kedua negara, sejak Presiden AS Donald Trump kembali menjabat pada Januari, lalu.

Kedua negara sempat melakukan serangkaian pertemuan tingkat tinggi dalam beberapa bulan terakhir yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan diplomatik dan menyelesaikan konflik Ukraina. Baik Putin dan Trump berbicara secara terbuka tentang keinginan untuk menghidupkan kembali kerja sama ekonomi antara kedua negara.

Bahkan, Dmitriev sempat mengunjungi Washington pada awal April, ketika itu pembicaraan fokus pada proyek investasi bersama yang potensial terkait logam tanah jarang dan sektor energi.

Baca Juga: Jumlah Perusahaan Barat yang Meninggalkan Rusia hingga 2024 Terungkap

Di sisi lain dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan asing yang telah meninggalkan Rusia mulai mendaftarkan merek dagang baru di negara itu, menandakan potensi kembalinya mereka. Di antaranya adalah McDonald's, Hyundai, Intel, Microsoft, LG, IKEA, Chanel, Rolex, dan Louis Vuitton, menurut data dari kantor paten Rusia, Rospatent.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Rekomendasi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Berita Terkini
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved