Driver Ojol hingga Konsumen Bisa Dirugikan Jika Grab dan Gojek Merger

Sabtu, 10 Mei 2025 - 19:15 WIB
loading...
Driver Ojol hingga Konsumen...
Wacana merger antara dua raksasa teknologi di sektor transportasi online, Grab Holdings Ltd. dan GoTo Gojek Tokopedia kembali menguat. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Wacana merger antara dua raksasa teknologi di sektor transportasi online, Grab Holdings Ltd. dan GoTo Gojek Tokopedia kembali menguat. Pembicaraan antara kedua perusahaan dilaporkan semakin intensif dengan target kesepakatan tahun ini.

Merger ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meredam persaingan yang semakin ketat dan mengurangi beban kerugian terutama bagi Gojek. Namun, rencana penggabungan ini menuai reaksi dari berbagai pihak, termasuk Koalisi Ojol Nasional (KON). Mereka menyuarakan kekhawatiran akan dampak langsung dan tidak langsung terhadap pengemudi ojek online (ojol), mitra penjual, serta struktur pasar digital di Indonesia.

Ketua Presidium Nasional KON, Andi Kristiyanto menilai merger ini berpotensi mengubah struktur harga layanan transportasi online yang selama ini kompetitif. "Jika dua pemain utama ini digabungkan, kemungkinan besar akan muncul kebijakan harga baru yang lebih tinggi, merugikan konsumen dan mengurangi daya saing," ujar dia dalam pernyataannya, Sabtu (10/5).

Baca Juga: Ojol Minta Regulasi Kemitraan yang Adil, Bukan Status Formal

Andi memperingatkan dominasi pasar oleh entitas hasil merger diperkirakan akan menguasai lebih dari 80% pangsa pasar transportasi online di Indonesia sehingga dapat menimbulkan dampak serius. Pihaknya khawatir, skema kemitraan bagi mitra ojol akan berubah dan berpotensi menggeser hubungan dari kemitraan menjadi hubungan kerja sebagai karyawan. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan jumlah pengemudi aktif dan kesejahteraan mereka.

"Jika merger terjadi, potongan tarif bagi mitra ojol mungkin akan dinaikkan, sementara pengemudi kehilangan opsi untuk memperoleh penghasilan dari aplikasi lain," tambahnya.

Dia juga menyoroti perusahaan ride-hailing lain mungkin kesulitan bertahan di pasar jika tidak mampu bersaing dengan entitas hasil merger. Tanpa kompetitor yang kuat, mitra pengemudi dikhawatirkan akan kehilangan daya tawar dalam sistem yang lebih ketat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Spillify.io Hubungkan...
Spillify.io Hubungkan Brand dan Konsumen, Ngespill Produk Bisa Dapat Cuan
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Grab Hadirkan GrabKeluarga...
Grab Hadirkan GrabKeluarga Fitur Remaja, Dukung Remaja Bepergian Lebih Aman dan Orang Tua Lebih Tenang
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
AHY Hadiri Kampanye...
AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan
Rekomendasi
Bupati dan Sekda Kuansing...
Bupati dan Sekda Kuansing Kenakan Rompi Oranye usai Serahkan Diri ke KPK
Dari Rasa Penasaran...
Dari Rasa Penasaran Menjadi Inspirasi, Inilah Kisah Hery Lain Sisi
Hary Tanoesoedibjo Harap...
Hary Tanoesoedibjo Harap Atlet Maksimalkan Kemampuan di IIO 2026
Berita Terkini
Siap-siap Banjir Pasokan...
Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved