Negara Kaya Asia Ini Terancam Krisis Utang, APBN Tekor Nyaris Rp1.186 Triliun per Tahun

Senin, 12 Mei 2025 - 09:03 WIB
loading...
Negara Kaya Asia Ini...
Dana Moneter Internasional (IMF) melaporkan rasio utang terhadap PDB Korea Selatan. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) melaporkan rasio utang terhadap PDB Korea Selatan akan mencapai 54,5% pada 2025 melampaui rata-rata 54,3% untuk 11 negara yang tidak menggunakan mata uang cadangan, termasuk Denmark, Israel, Selandia Baru, Norwegia, dan Singapura. Negara-negara ini adalah negara-negara maju tetapi tidak seperti AS, zona euro atau Jepang, mata uang mereka tidak berfungsi sebagai cadangan devisa.

Kurang dari satu dekade yang lalu, Korea Selatan berada di posisi yang jauh lebih nyaman. Pada 2016, rasio utangnya 39,1% jauh di bawah rata-rata 47,4% dari negara-negara lain. Namun, setelah pandemi Covid-19, tingkat utang melonjak.

Dilansir dari The Chosunilbo, IMF sekarang memproyeksikan utang Korea Selatan akan meningkat 4,7 poin persentase selama lima tahun ke depan menjadi 59,2% pada 2030 kenaikan tertinggi kedua setelah Republik Ceko.

Baca Juga: 3 Negara Non-BRICS Siap Luncurkan Mata Uang Baru, Lawan Dominasi Dolar AS

Angka-angka ini tidak hanya mencakup kewajiban pemerintah tetapi juga utang lembaga-lembaga publik nirlaba. Bahkan menurut standar domestik, yang biasanya tidak termasuk yang terakhir, utang Korea Selatan melampaui 47% dari PDB pada akhir 2024.

Selama bertahun-tahun, negara ini dipuji karena kesehatan fiskalnya, sebuah faktor kunci dalam pemulihannya yang cepat dari krisis keuangan Asia tahun 1997 dan krisis keuangan global tahun 2008. Namun, kedisiplinan itu telah terkikis. Sejak tahun 2020, anggaran pemerintah telah mengalami defisit mendekati 100 triliun won per tahun atau setara Rp1.186 triliun per tahun. Korea Selatan kini menjadi negara yang terbiasa dengan defisit.

Masalahnya diperparah dengan status Korea Selatan sebagai penerbit mata uang non-reserve currency. Tanpa bantalan permintaan global untuk mata uangnya, Seoul harus bergantung pada surplus transaksi berjalan dan kehati-hatian fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dongkrak Investasi Rp69,3...
Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Rekomendasi
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Per Juli 2024, Pemerintah...
Per Juli 2024, Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Rp266,3 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved