5 Negara Eropa yang Punya Utang Besar ke China, Rusia Teratas Tembus Rp2.808 Triliun
Senin, 12 Mei 2025 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Inilah 9 Rudal Nuklir Pakistan yang Dapat Lenyapkan India
Berikut 5 negara Eropa yang memiliki utang kepada China
Rusia menempati posisi teratas sebagai negara Eropa yang paling banyak menerima pendanaan dan berutang kepada China, terutama untuk sektor industri, pertambangan, konstruksi, perbankan, dan jasa keuangan. Pinjaman pembangunan ke Rusia dari China dalam dua dekade terakhir mencapai hampir USD170 miliar Rp2.808 Triliun menjadikannya penerima utama dana pembangunan China di Eropa.
Belarus termasuk dalam daftar negara Eropa yang berutang cukup besar ke China, dengan nilai utang sekitar USD3,9 miliar. Negara ini mengelola utangnya dengan meningkatkan investasi asing langsung dari China, khususnya dalam kerangka kerja sama infrastruktur dan ekonomi.
Serbia merupakan salah satu negara di Balkan yang menerima banyak pendanaan dari China, terutama melalui proyek-proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan, jembatan, dan jalur kereta api. Meski nilai pastinya tidak disebutkan secara eksplisit dalam sumber, Serbia secara konsisten disebut sebagai penerima pinjaman dan investasi besar dari China dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI).
Hungaria juga tercatat sebagai negara Eropa yang menerima pinjaman dari China, terutama untuk proyek-proyek strategis seperti pembangunan jalur kereta api Budapest-Beograd. Proyek ini didanai sebagian besar oleh pinjaman dari China, menjadikan Hungaria sebagai salah satu negara Eropa dengan utang signifikan kepada China.
Montenegro berutang ke China untuk proyek pembangunan jalan tol Bar-Boljare yang kontroversial, di mana sebagian besar pembiayaannya berasal dari pinjaman China. Proyek ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan risiko jebakan utang karena nilai pinjaman yang besar dibandingkan kapasitas ekonomi Montenegro.
Berikut 5 negara Eropa yang memiliki utang kepada China
1. Rusia
Rusia menempati posisi teratas sebagai negara Eropa yang paling banyak menerima pendanaan dan berutang kepada China, terutama untuk sektor industri, pertambangan, konstruksi, perbankan, dan jasa keuangan. Pinjaman pembangunan ke Rusia dari China dalam dua dekade terakhir mencapai hampir USD170 miliar Rp2.808 Triliun menjadikannya penerima utama dana pembangunan China di Eropa.
2. Belarus
Belarus termasuk dalam daftar negara Eropa yang berutang cukup besar ke China, dengan nilai utang sekitar USD3,9 miliar. Negara ini mengelola utangnya dengan meningkatkan investasi asing langsung dari China, khususnya dalam kerangka kerja sama infrastruktur dan ekonomi.
3. Serbia
Serbia merupakan salah satu negara di Balkan yang menerima banyak pendanaan dari China, terutama melalui proyek-proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan, jembatan, dan jalur kereta api. Meski nilai pastinya tidak disebutkan secara eksplisit dalam sumber, Serbia secara konsisten disebut sebagai penerima pinjaman dan investasi besar dari China dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI).
4. Hungaria
Hungaria juga tercatat sebagai negara Eropa yang menerima pinjaman dari China, terutama untuk proyek-proyek strategis seperti pembangunan jalur kereta api Budapest-Beograd. Proyek ini didanai sebagian besar oleh pinjaman dari China, menjadikan Hungaria sebagai salah satu negara Eropa dengan utang signifikan kepada China.
5. Montenegro
Montenegro berutang ke China untuk proyek pembangunan jalan tol Bar-Boljare yang kontroversial, di mana sebagian besar pembiayaannya berasal dari pinjaman China. Proyek ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan risiko jebakan utang karena nilai pinjaman yang besar dibandingkan kapasitas ekonomi Montenegro.
(nng)
Lihat Juga :