Setelah AS-China Berdamai, Siapa yang Akan Jadi Korban Tarif Berikutnya?

Selasa, 13 Mei 2025 - 15:53 WIB
loading...
Setelah AS-China Berdamai,...
Amerika Serikat dan China sepakat melakukan jeda perang tarif selama 90 hari memberikan harapan baru bagi stabilitas ekonomi global. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat dan China sepakat melakukan jeda perang tarif selama 90 hari memberikan harapan baru bagi stabilitas ekonomi global. Namun, di balik kesepakatan dua raksasa ekonomi dunia ini muncul pertanyaan, siapa negara atau blok ekonomi yang akan menjadi korban berikutnya dari kebijakan tarif AS?

Kesepakatan jeda tarif ini tercapai setelah As, pada awal April menerapkan tarif global sebesar 10% untuk semua negara. Langkah tersebut sempat memicu kekhawatiran terjadinya perang dagang, khususnya di kalangan negara-negara anggota BRICS-yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Baca Juga: Tarif Trump Akhirnya Luluh, Berikut Kronologi Perang Dagang AS dan China

China, sebagai anggota kunci BRICS, memainkan peran penting dalam perundingan ini. Bulan lalu, blok BRICS sepakat untuk tetap solid dalam menghadapi kenaikan bea impor dari AS. Meski demikian, kesepakatan jeda tarif antara AS dan China belum sepenuhnya mengakhiri ketegangan, sebab negara-negara BRICS lainnya masih menghadapi tarif impor yang diberlakukan AS.

Dilansir dari Watcher Guru, India dan AS sebelumnya telah menyelesaikan kerangka acuan untuk kesepakatan perdagangan baru, sementara Brasil dan Afrika Selatan masih menghadapi tarif 10 persen. Rusia menjadi satu-satunya anggota BRICS yang dikecualikan dari rencana tarif awal Amerika Serikat, menempatkan negara tersebut dalam posisi tawar yang kuat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
Rekomendasi
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Polisi Temukan Uang...
Polisi Temukan Uang Fantastis Dolar AS dan Singapura dalam Brankas Saat Geledah Kafe di Cipete
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved