11.000 Pekerja Pabrikan Mobil Jepang Kena PHK, 7 Pabrik Nissan Ditutup

Selasa, 13 Mei 2025 - 18:05 WIB
loading...
11.000 Pekerja Pabrikan...
Pabrikan mobil Jepang, Nissan bakal PHK terhadap 11.000 pekerja secara global dan menutup tujuh pabrik di tengah perombakan bisnis saat penjualan terus melemah. Foto/Dok SINDO Photo
A A A
JAKARTA - Pabrikan mobil Jepang, Nissan mengumumkan, bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 11.000 pekerja secara global dan menutup tujuh pabrik di tengah perombakan bisnis saat penjualan terus melemah.

Penurunan penjualan mobil Nissan di China dan potongan harga besar-besaran di AS (Amerika Serikat) sebagai dua pasar terbesarnya, memberikan dampak yang berat pada pendapatan perusahaan. Sementara itu rencana merger dengan Honda dan Mitsubishi berakhir gagal pada bulan Februari 2025, lalu.

Kabar terbaru ini membuat Nissan dalam setahun terakhir secara total sudah memangkas karyawan mencapai 20.000, atau 15% dari total tenaga kerjanya. Belum jelas di wilayah mana pemutusan pekerjaan akan dilakukan, atau apakah pabrik Nissan di Sunderland akan terpengaruh.

Diketahui Nissan mempekerjakan sekitar 133.500 orang secara global, dengan sekitar 6.000 pekerja di Sunderland. Baca Juga: KSPI: 8.000 Karyawan Panasonic Indonesia Terancam PHK

"Dua pertiga dari pemutusan pekerjaan terbaru akan berasal dari sektor manufaktur, sementara sisanya berasal dari pemasaran, pekerjaan administrasi, penelitian, dan karyawan kontrak," kata CEO perusahaan, Ivan Espinosa.

Sebelumnya Nissan juga mengumumkan pengurangan 9.000 pekerja pada bulan November sebagai bagian dari upaya penghematan biaya yang katanya akan mengurangi produksi globalnya sebesar sepertiga.

Sementara itu pada bulan Februari, pembicaraan antara Nissan dan pesaing besarnya Honda gagal, setelah kedua perusahaan tidak dapat mencapai kesepakatan tentang kerja sama bernilai miliaran dolar. Rencana pembicaraan itu bakal menggabungkan bisnis mereka di tengah ketatnya persaingan, terutama melawan China.

Penggabungan tersebut akan menciptakan raksasa industri otomotif senilai USD60 miliar, yang akan membuatnya menjadi terbesar keempat di dunia berdasarkan penjualan kendaraan setelah Toyota, Volkswagen, dan Hyundai.

Setelah kegagalan negosiasi, kepala eksekutif saat itu Makoto Uchida digantikan oleh Espinosa, yang merupakan kepala perencanaan perusahaan dan kepala divisi motorsport. Nissan juga melaporkan kerugian tahunan sebesar 670 miliar yen (USD4,5 miliar).

Kinerja Nissan yang babak belur diperparah oleh tarif Presiden AS Donald Trump yang semakin memberikan tekanan pada perusahaan. Seiring meningkatnya ketidakpastian, raksasa produsen mobil itu tidak mempunyai proyeksi pendapatan pada tahun depan.

Baca Juga: Digulung Tsunami PHK, 83.450 Orang Mendadak Jadi Pengangguran

Sedangkan pada minggu lalu, Nissan membatalkan rencana untuk membangun pabrik baterai dan kendaraan listrik di Jepang. Perusahaan juga terseok-seok pada pasar utama mereka, termasuk China di mana persaingan yang ketat telah mengakibatkan penurunan harga.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Rekomendasi
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Berita Terkini
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Infografis
Hypercar Jepang Cetak...
Hypercar Jepang Cetak Dua Rekor Dunia Mobil Listrik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved