Anies Baswedan Pilih Mana: Berlakukan Jam Malam atau Turuti Pengusaha?

Senin, 07 September 2020 - 15:11 WIB
loading...
Anies Baswedan Pilih...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kasus baru Covid-19 di Jakarta masih menunjukkan tren peningkatan. Sebagai contoh, kemarin saja tercatat ada sebanyak 1.176 warga ibu kota yang terkonfirmasi positif virus Corona. Beberapa pakar epidemiologi kemudian menyarankan agar Pemprov DKI menerapkan jam malam untuk menekan penyebaran Covid-19.

Menanggapi usulan jam malam, Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang meminta Pemprov DKI mempertimbangkan secara matang jika ingin memberlakukan kebijakan tersebut. Pasalnya, geliat perekonomian ibu kota itu banyak yang dimulai pada sore hingga malam hari. ( Baca juga: Kewenangan Direksi BUMN untuk Mengangkat dan Menggaji Staf Ahlinya 'Dikebiri' )

"Jangan terlalu buru-buru Jakarta (untuk jam malam). Pekerja kan pulang kerja pada ke kafe," kata Sarman saat dihubungi, Senin (7/9/2020).

Menurut dia, bila jam malam tetap dilaksanakan, maka hampir dipastikan kegiatan perekonomian akan berhenti total.

"Pembatasan tetap berlaku. Jam malam itu sangat mengendurkan transaksi ekonomi," ujarnya. ( Baca juga: Jago Bikin Box Office, 5 Sutradara Top Ini Memiliki Kekayaan Melimpah )

Dia menyarankan agar pemerintah menguatkan pengawasan terhadap setiap pelaku usaha seperti restoran dan hotel. Pasalnya, kedua tempat usaha itu kerap kali melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"Jadi memang khusus tempat usaha tertentu, hotel, reatoran, jangan sampai lengah pengawasan pemerintah," katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Solusi Logistik Modern:...
Solusi Logistik Modern: Kunci Sukses Bisnis Tekan Biaya dan Efisiensi Operasional
Implementasi ESG, Dunia...
Implementasi ESG, Dunia Usaha Perlu Mitigasi Perubahan Iklim Secara Terukur
Membaca Peluang di Tengah...
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Perempuan Pengusaha Tekankan Kolaborasi
Awas! Indonesia Memasuki...
Awas! Indonesia Memasuki Era Masyarakat Menua, Penduduk Lansia Capai 11,93%
Dunia Usaha Butuh Ketenangan...
Dunia Usaha Butuh Ketenangan dan Kepastian, Kadin Tolak Wacana Penahanan Restitusi Pajak
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Rano Karno Apresiasi...
Rano Karno Apresiasi Perbaikan Saluran Air di Lenteng Agung Kelar 5 Hari, Jalan Arah Depok Bisa Dilalui
Rekomendasi
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Jenderal Sigit Tegaskan...
Jenderal Sigit Tegaskan Polri Tidak Sembarangan Tempatkan Personel di Luar Struktur
2 Jam Diperiksa Polda...
2 Jam Diperiksa Polda Metro Jaya, Ketum YLBHI Ditanya soal Pembentukan Tim Investigasi Kasus Andrie Yunus
Berita Terkini
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Infografis
Duduk 10 Jam atau Lebih...
Duduk 10 Jam atau Lebih Berisiko Besar Mengalami Demensia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved