Utang Luar Negeri RI Bertambah Jadi Rp7.081 Triliun di Kuartal I 2025
Kamis, 15 Mei 2025 - 14:25 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I 2025 tumbuh dibandingkan periode sebelumnya mencapai USD430,4 miliar setara Rp7.081 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I 2025 tumbuh dibandingkan periode sebelumnya sebelumnya. Posisi ULN Indonesia per kuartal I 2025 tercatat sebesar USD430,4 miliar setara Rp7.081 triliun, atau secara tahunan tumbuh 6,4%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal IV 2024 sebesar 4,3%.
"Perkembangan posisi ULN tersebut bersumber dari sektor publik," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Kamis (15/5/2025).
Menurut Ramdan, posisi ULN pemerintah tetap terjaga. Pada kuartal I 2025 posisi ULN pemerintah tercatat sebesar USD206,9 miliar setara Rp3.404 triliun (dengan kurs Rp16.454 per USD), atau tumbuh sebesar 7,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan 3,3% (yoy) pada kuartal IV 2024.
Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Anjlok Rp76 Triliun, Buat Bayar Utang dan Selamatkan Rupiah
Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman dan peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring dengan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang makin tinggi.
"Perkembangan posisi ULN tersebut bersumber dari sektor publik," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Kamis (15/5/2025).
Menurut Ramdan, posisi ULN pemerintah tetap terjaga. Pada kuartal I 2025 posisi ULN pemerintah tercatat sebesar USD206,9 miliar setara Rp3.404 triliun (dengan kurs Rp16.454 per USD), atau tumbuh sebesar 7,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan 3,3% (yoy) pada kuartal IV 2024.
Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Anjlok Rp76 Triliun, Buat Bayar Utang dan Selamatkan Rupiah
Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman dan peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring dengan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang makin tinggi.
Lihat Juga :