Kopi Sumatera Mendunia, Starbucks Klaim Pembeli Terbesar Jenis Arabika
Kamis, 15 Mei 2025 - 18:03 WIB
loading...
Indonesia Pride, Going Worldwide di Lippo Mall Nusantara Jakarta pada Rabu (14/5/2025). FOTO/Armydian Kurniawan
A
A
A
JAKARTA - Perayaan 23 tahun Starbucks di Indonesia bukan sekadar penanda perjalanan bisnis, tetapi juga cermin kontribusi besar RI dalam rantai pasok kopi global. Dalam acara bertema “Indonesia Pride, Going Worldwide” di Lippo Mall Nusantara Jakarta pada Rabu (14/5/2025), PT Sari Coffee Indonesia, pemegang lisensi resmi Starbucks, menegaskan peran strategis kopi Sumatera yang menjadi favorit konsumennya di seluruh dunia.
"Kopi Sumatera adalah kopi paling digemari oleh pelanggan kami secara global," ujar CEO PT Sari Coffee Indonesia, Anthony McEvoy. "Kopi Indonesia, khususnya Sumatera, menjadi ikon di lebih dari 40 ribu gerai kami di seluruh dunia," katanya.
Baca Juga: Usung Farm to Table, Resto di Ubud Bali Raih Gold Award PGA 2025
Anthony mengklaim perusahaannya sebagai pembeli kopi arabika terbesar dari Indonesia. Dari Aceh hingga Flores, perusahaan menyerap kopi arabika berkualitas tinggi dari berbagai daerah, termasuk Bali Batur, Java Ciwidey, Pangalengan, hingga Papua. Namun, kopi Sumatera—terutama dari Gayo dan Lintong—selalu menjadi andalan utama yang ditawarkan setiap hari di berbagai belahan dunia.
Menurut Anthony, lebih dari 70.000 petani kopi dari Sumatera, Sulawesi, Lombok, dan Jawa menjadi bagian dari rantai pasok perusahaannya.
"Kopi Sumatera adalah kopi paling digemari oleh pelanggan kami secara global," ujar CEO PT Sari Coffee Indonesia, Anthony McEvoy. "Kopi Indonesia, khususnya Sumatera, menjadi ikon di lebih dari 40 ribu gerai kami di seluruh dunia," katanya.
Baca Juga: Usung Farm to Table, Resto di Ubud Bali Raih Gold Award PGA 2025
Anthony mengklaim perusahaannya sebagai pembeli kopi arabika terbesar dari Indonesia. Dari Aceh hingga Flores, perusahaan menyerap kopi arabika berkualitas tinggi dari berbagai daerah, termasuk Bali Batur, Java Ciwidey, Pangalengan, hingga Papua. Namun, kopi Sumatera—terutama dari Gayo dan Lintong—selalu menjadi andalan utama yang ditawarkan setiap hari di berbagai belahan dunia.
Menurut Anthony, lebih dari 70.000 petani kopi dari Sumatera, Sulawesi, Lombok, dan Jawa menjadi bagian dari rantai pasok perusahaannya.
Lihat Juga :