AS Kirim Bantuan Rp2.078 Triliun ke Ukraina, Trump Ungkap Kekesalannya

Senin, 19 Mei 2025 - 05:52 WIB
loading...
AS Kirim Bantuan Rp2.078...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku khawatir miliaran dolar terbuang sia-sia untuk bantuan ke Ukraina. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku khawatir miliaran dolar terbuang sia-sia untuk bantuan ke Ukraina . Dalam sebuah wawancara, pembawa acara Fox News Bret Baier bertanya kepada Trump apakah ia percaya bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin adalah halangan untuk mencapai perdamaian antara Moskow dan Kiev.

Alih-alih menjawab pertanyaan tersebut, Trump malah melayangkan kritik kepada Presiden Ukraina, Vladimir Zelensky. "Saya memiliki dialog yang sangat sulit dengan Zelensky, karena saya tidak suka apa yang dia katakan. Dia tidak mempermudahnya. Dan saya selalu bilang dia tidak punya kartu," kata presiden AS itu.

Dia kemudian mengecam bantuan yang dikirim AS ke Kiev oleh pendahulunya, mantan Presiden Joe Biden. "Uang adalah uang. Ada yang mengganggu saya – saya benci melihat bagaimana adanya, Anda tahu saya kesal. Saya benci melihat cek senilai USD60 miliar," kata Trump.

Baca Juga: Donald Trump Tuntut Ukraina Membayar Kembali Rp8.184 Triliun kepada AS

"Saya pikir Zelensky adalah penjual terhebat di dunia, jauh lebih baik dari saya. Dia datang ke Washington – dia keluar dengan seratus juta setiap saat."

"Kongres sangat kesal tentang hal itu. Anda tahu, mereka berkata, ke mana semua uang ini pergi?" ungkap Trump menambahkan, bahwa kemampuan Zelensky untuk melobi bantuan Amerika makin lama mulai berkurang.

Sebagai informasi AS telah memberikan sekitar USD128 miliar atau setara Rp2.078 triliun (kurs Rp16,239 per USD) kepada Ukraina sejak 2022, termasuk USD66,5 miliar dalam bentuk bantuan militer.

Meskipun Trump melayangkan kritik, baik terhadap Zelensky dan Putin di masa lalu, ia sebagian besar menyalahkan Ukraina dan pemerintahan Biden atas konflik yang berlangsung dengan Rusia.

Selama dialog panas di Oval Office pada bulan Februari, Trump menuduh Zelensky tidak bersyukur atas dukungan AS dan mengklaim bahwa pemimpin Ukraina tersebut "berjudi dengan Perang Dunia III."

Namun sejak saat itu, Trump melunak dalam retorikanya terhadap Ukraina dan balik mengancam bakal memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap Moskow jika tidak ada kesepakatan damai yang tercapai. Rusia dan Ukraina mengadakan pembicaraan langsung pertama mereka dalam tiga tahun di Istanbul pada akhir pekan kemarin.

Kepala tim negosiasi Rusia, Vladimir Medinsky menyatakan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pertukaran tahanan besar yang melibatkan 1.000 tawanan perang dari masing-masing pihak. Ditambah serta melanjutkan pembicaraan setelah masing-masing pihak menyiapkan proposal gencatan senjata yang rinci.

Mendamaikan Perang Rusia Ukraina

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan hanya pertemuan pribadi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan menghasilkan kemajuan dalam menyelesaikan konflik Ukraina.

Delegasi dari Moskow dan Kiev dijadwalkan bertemu di Istanbul pada 15 Mei, menyusul usulan Putin pekan lalu untuk melanjutkan dialog langsung yang ditujukan pada penyelesaian yang langgeng. Tim Kremlin menunggu perwakilan Kiev tiba mulai Kamis pagi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan di kemudian hari bahwa ia akan mengirim delegasi yang dipimpin Menteri Pertahanan Rustem Umerov. Pembicaraan tersebut dilaporkan telah diundur hingga Jumat.

Baca Juga: Trump Incar Harta Karun Logam Tanah Jarang Ukraina Sebagai Ganti Dukungan AS

Trump, yang sebelumnya mendesak Kiev menerima usulan Putin "segera," mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis, "Tidak akan terjadi apa-apa sampai Putin dan saya bertemu."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Rekomendasi
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Kaitan Hari Kiamat dan...
Kaitan Hari Kiamat dan Rezeki dalam Surat Al Waqiah, Ternyata Ini Rahasianya
Berita Terkini
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved