Harga Pangan Terbaru: Minyak Goreng Melonjak, Bawang dan Beras Turun
Senin, 19 Mei 2025 - 10:57 WIB
loading...
Harga pangan nasional pada hari Senin (19/5) menunjukkan pergerakan yang signifikan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Harga pangan nasional pada hari Senin (19/5) menunjukkan pergerakan yang signifikan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Kenaikan harga terjadi pada komoditas utama, khususnya minyak goreng, sementara beberapa komoditas lainnya mengalami penurunan harga.
Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, harga minyak goreng curah mengalami lonjakan sebesar 1,6%, kini menjadi Rp19.000 per liter. Kenaikan ini juga terlihat pada minyak goreng kemasan bermerek I dan II, yang masing-masing naik sebesar 2,02% dan 4,88%, menjadi Rp22.750 dan Rp22.550 per liter.
Di sisi lain, sejumlah komoditas pangan lainnya justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Bawang merah, misalnya, turun sebesar 7,66% menjadi Rp38.600 per kg, sedangkan bawang putih juga mengalami penurunan sebesar 7,25% menjadi Rp41.600 per kg.
Baca Juga: Stok Pangan Dijamin Aman Sampai Akhir Tahun, Beras Catat Rekor 10,23 Juta Ton
Harga beras pun menunjukkan tren penurunan. Beras kualitas bawah I turun 7,77% menjadi Rp13.050 per kg, sementara beras kualitas bawah II turun 7,55% menjadi Rp12.850 per kg. Beras kualitas medium I dan II juga mengalami penurunan, masing-masing turun 3,91% menjadi Rp14.750 per kg dan 9,51% menjadi Rp13.800 per kg.
Beras kualitas super I dan II juga tidak luput dari penurunan harga, dengan penurunan masing-masing sebesar 9,01% menjadi Rp15.150 per kg dan 8,95% menjadi Rp14.750 per kg. Penurunan harga beras ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama menjelang bulan-bulan tertentu yang biasanya mengalami lonjakan permintaan.
Komoditas cabai juga mengalami penurunan harga yang signifikan. Cabai merah besar turun 49,81% menjadi Rp25.850 per kg, sedangkan cabai merah keriting turun 4,52% menjadi Rp53.850 per kg. Cabai rawit hijau dan merah juga mengalami penurunan, masing-masing turun 52,22% menjadi Rp21.500 per kg dan 32,99% menjadi Rp39.200 per kg.
Daging ayam ras segar juga tercatat mengalami penurunan harga sebesar 8,74%, kini menjadi Rp31.850 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I dan II masing-masing turun 9,65% menjadi Rp126.900 per kg dan 10,82% menjadi Rp117.500 per kg.
Baca Juga: Stok Cadangan Beras Pemerintah Tembus 3,7 Juta Ton, Indonesia Terdepan di ASEAN dalam Produksi Beras
Gula pasir kualitas premium turun 3,78% menjadi Rp19.100 per kg, diikuti dengan gula pasir lokal yang turun 3,49% menjadi Rp18.000 per kg. Telur ayam ras segar juga mengalami penurunan harga sebesar 3,02%, kini menjadi Rp28.900 per kg.
Pergerakan harga pangan ini menunjukkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dan penawaran. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan informasi ini untuk merencanakan belanja dengan lebih baik. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Masyarakat disarankan untuk selalu memperhatikan perkembangan harga pangan dan melakukan pembelian dengan bijak, terutama dalam menghadapi perubahan harga yang cepat.
Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, harga minyak goreng curah mengalami lonjakan sebesar 1,6%, kini menjadi Rp19.000 per liter. Kenaikan ini juga terlihat pada minyak goreng kemasan bermerek I dan II, yang masing-masing naik sebesar 2,02% dan 4,88%, menjadi Rp22.750 dan Rp22.550 per liter.
Di sisi lain, sejumlah komoditas pangan lainnya justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Bawang merah, misalnya, turun sebesar 7,66% menjadi Rp38.600 per kg, sedangkan bawang putih juga mengalami penurunan sebesar 7,25% menjadi Rp41.600 per kg.
Baca Juga: Stok Pangan Dijamin Aman Sampai Akhir Tahun, Beras Catat Rekor 10,23 Juta Ton
Harga beras pun menunjukkan tren penurunan. Beras kualitas bawah I turun 7,77% menjadi Rp13.050 per kg, sementara beras kualitas bawah II turun 7,55% menjadi Rp12.850 per kg. Beras kualitas medium I dan II juga mengalami penurunan, masing-masing turun 3,91% menjadi Rp14.750 per kg dan 9,51% menjadi Rp13.800 per kg.
Beras kualitas super I dan II juga tidak luput dari penurunan harga, dengan penurunan masing-masing sebesar 9,01% menjadi Rp15.150 per kg dan 8,95% menjadi Rp14.750 per kg. Penurunan harga beras ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama menjelang bulan-bulan tertentu yang biasanya mengalami lonjakan permintaan.
Komoditas cabai juga mengalami penurunan harga yang signifikan. Cabai merah besar turun 49,81% menjadi Rp25.850 per kg, sedangkan cabai merah keriting turun 4,52% menjadi Rp53.850 per kg. Cabai rawit hijau dan merah juga mengalami penurunan, masing-masing turun 52,22% menjadi Rp21.500 per kg dan 32,99% menjadi Rp39.200 per kg.
Daging ayam ras segar juga tercatat mengalami penurunan harga sebesar 8,74%, kini menjadi Rp31.850 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I dan II masing-masing turun 9,65% menjadi Rp126.900 per kg dan 10,82% menjadi Rp117.500 per kg.
Baca Juga: Stok Cadangan Beras Pemerintah Tembus 3,7 Juta Ton, Indonesia Terdepan di ASEAN dalam Produksi Beras
Gula pasir kualitas premium turun 3,78% menjadi Rp19.100 per kg, diikuti dengan gula pasir lokal yang turun 3,49% menjadi Rp18.000 per kg. Telur ayam ras segar juga mengalami penurunan harga sebesar 3,02%, kini menjadi Rp28.900 per kg.
Pergerakan harga pangan ini menunjukkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dan penawaran. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan informasi ini untuk merencanakan belanja dengan lebih baik. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Masyarakat disarankan untuk selalu memperhatikan perkembangan harga pangan dan melakukan pembelian dengan bijak, terutama dalam menghadapi perubahan harga yang cepat.
(nng)
Lihat Juga :