Dibayangi Utang Jumbo AS Rp591.502 Triliun, Trump Mundur Bentuk Dana Kekayaan Negara

Senin, 19 Mei 2025 - 15:53 WIB
loading...
Dibayangi Utang Jumbo...
Dibayangi utang AS yang sudah tembus USD36,2 triliun atau setara Rp591.502 triliun , Donald Trump lebih suka melunasinya, dibandingkan membentuk dana kekayaan negara milik AS atau sovereign wealth fund (SWF). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dibayangi utang Amerika Serikat (AS) yang terus bertambah, Presiden Donald Trump lebih suka melunasinya, dibandingkan membentuk dana kekayaan negara milik AS atau sovereign wealth fund (SWF) . Trump saat berada di Doha menekankan, bahwa AS perlu melunasi utang sebelum membentuk dana kekayaan negara.

Hal itu menandakan kemungkinan pergeseran rencana Trump untuk membuat dana kekayaan negara AS dalam satu tahun. "Saya lebih suka melunasi utang dan kemudian membentuk dana setelah utang lunas," kata Trump di Doha selama konferensi pers.

Sebelumnya Trump menandatangani perintah eksekutif pada 3 Februari 2025, di Ruang Oval Gedung Putih, Washington DC, yang memerintahkan pembentukan dana kekayaan negara AS dalam setahun ke depan. Ia sebelumnya mengatakan, bahwa pendapatan yang diperoleh dari tarif impor AS dapat menjadi dasar untuk dana kekayaan AS.

Baca Juga: Defisit dan Utang AS Mengkhawatirkan, Peringkat Kredit Dipangkas Moody’s Jadi Negatif

Sementara itu menurut Kementerian Keuangan, utang AS saat ini tercatat mencapai USD36,2 triliun, yang jika dirupiahkan mencapai Rp591.502 triliun (dengan kurs Rp16.385 per USD). Angka tersebut di atas batas USD36,1 triliun yang ditetapkan oleh Kongres pada bulan Januari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Rekomendasi
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
OTT KPK di Kuansing...
OTT KPK di Kuansing Riau Diduga Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Berita Terkini
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved