Dibayangi Utang Jumbo AS Rp591.502 Triliun, Trump Mundur Bentuk Dana Kekayaan Negara

Senin, 19 Mei 2025 - 15:53 WIB
loading...
A A A
Biasanya, dana sovereign mengandalkan surplus anggaran negara untuk melakukan investasi, tetapi AS beroperasi dengan defisit. Pembentukannya juga kemungkinan akan memerlukan persetujuan dari Kongres, sehingga belum diketahui apakah rencana Trump ini bakal terwujud atau malah mundur teratur.

"Anda tahu, orang-orang ini tidak memiliki utang," katanya merujuk pada wilayah Teluk, rumah bagi beberapa dana kekayaan terbesar di dunia.

"Senang memiliki dana tersebut. Saya berkata kepada Howard (Menteri Perdagangan Howard Lutnick), kita sedikit lebih awal karena kita memiliki utang," terang Trump.

SWF AS dan Tiktok

Pada awal Februari, Trump sempat menerangkan, SWF dapat digunakan untuk meraup keuntungan dari Tiktok, media sosial milik perusahan asal China, ByteDance. Hal ini dengan catatan, Tiktok berhasil menemukan pembeli di AS.

Trump ingin AS mengambil 50% saham di media sosial yang populer dan menguntungkan itu. ”Kami mungkin memasukkan Tiktok dalam SWF, apa pun yang kami hasilkan, atau kami menjalin kemitraan dengan orang-orang yang sangat kaya, banyak pilihan. Tetapi, kami dapat memasukkan Tiktok sebagai contoh dalam dana tersebut. Kami memiliki banyak hal lain yang dapat kami masukkan ke dalam dana itu,” katanya.

Menurut data The International Forum of Sovereign Wealth Funds, pada Januari 2025 terdapat lebih dari 90 dana kekayaan negara di seluruh dunia yang mengelola aset senilai lebih dari USD8 triliun. Jumlah SWF di dunia bertambah, ketika Indonesia membuat Danantara yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto dengan dana kelolaan awal USD20 miliar pada 24 Februari 2025, lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Rekomendasi
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Sundulan Issa Diop Paksa...
Sundulan Issa Diop Paksa Laga Belanda vs Maroko Lanjut ke Extra Time
Berita Terkini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved