Industri Air Kemasan Buktikan Pengelolaan Sampah Sudah Berjalan
Senin, 19 Mei 2025 - 23:38 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengungkapkan, Bali saat ini menjadi salah satu wilayah yang cukup berkontribusi besar terhadap penjualan di industri minuman ringan kemasan hingga siap saji. Dia melanjutkan, larangan tersebut dapat berpotensi membuat merosotnya keuntungan industri tersebut hingga sekitar 5%.
"Saya belum tahu (pasti) data angka persentasenya, cuma ya mungkin feeling saya bisa (turun) 5 persen," katanya.
Keberatan pelarang distribusi serupa juga disuarakan asosiasi air minum dalam kemasan (AMDK) seperti Asparminas dan Aspadin. Mereka meminta pemprov Bali mengkaji ulang kebijakan tersebut.
Asosiasi mendukung penuh tujuan SE untuk mewujudkan Bali yang bersih. Namun, mereka menilai bahwa pelarangan distribusi berdampak pada penutupan pabrik AMDK sehingga masyarakat akan kehilangan lapangan pekerjaan.
Selain itu, pemerintah juga dapat kehilangan pendapatan dari pajak yang dibayarkan oleh industri. Lebih dari itu, masyarakat juga akan kesulitan mendapatkan air bersih karena harus membayar dengan harga lebih tinggi menyusul ketiadaan kemasan di bawah 1 liter.
"Dengan kondisi ekonomi sulit saat ini, lebih baik kita duduk bareng untuk solusi yang lebih baik," kata Direktur Eksekutif Asparminas, Idham Arsyad.
Direktur PT Tirta Mumbul Jaya Abadi, Nyoman Arta Widnyana menilai bahwa SE tersebut tidak memihak industri dan asosiasi. Dia mengaku mengaku khawatir edaran yang yang dikeluarkan pemprov penjualan produk mereka terjun bebas alias lesu. PT Tirta Mumbul Jaya Abadi merupakan produsen AMDK Yeh Buleleng.
Dia mengungkapkan, bahwa produknya sempat bangkit pascakebijakan yang diambil pejabat bupati Buleleng mengenai penggunaan produk lokal. Sayangnya, sambung dia, penjualan kembali melemah setelah kemunculan kebijakan penggunaan tumblr.
"Saya belum tahu (pasti) data angka persentasenya, cuma ya mungkin feeling saya bisa (turun) 5 persen," katanya.
Keberatan pelarang distribusi serupa juga disuarakan asosiasi air minum dalam kemasan (AMDK) seperti Asparminas dan Aspadin. Mereka meminta pemprov Bali mengkaji ulang kebijakan tersebut.
Asosiasi mendukung penuh tujuan SE untuk mewujudkan Bali yang bersih. Namun, mereka menilai bahwa pelarangan distribusi berdampak pada penutupan pabrik AMDK sehingga masyarakat akan kehilangan lapangan pekerjaan.
Selain itu, pemerintah juga dapat kehilangan pendapatan dari pajak yang dibayarkan oleh industri. Lebih dari itu, masyarakat juga akan kesulitan mendapatkan air bersih karena harus membayar dengan harga lebih tinggi menyusul ketiadaan kemasan di bawah 1 liter.
"Dengan kondisi ekonomi sulit saat ini, lebih baik kita duduk bareng untuk solusi yang lebih baik," kata Direktur Eksekutif Asparminas, Idham Arsyad.
Direktur PT Tirta Mumbul Jaya Abadi, Nyoman Arta Widnyana menilai bahwa SE tersebut tidak memihak industri dan asosiasi. Dia mengaku mengaku khawatir edaran yang yang dikeluarkan pemprov penjualan produk mereka terjun bebas alias lesu. PT Tirta Mumbul Jaya Abadi merupakan produsen AMDK Yeh Buleleng.
Dia mengungkapkan, bahwa produknya sempat bangkit pascakebijakan yang diambil pejabat bupati Buleleng mengenai penggunaan produk lokal. Sayangnya, sambung dia, penjualan kembali melemah setelah kemunculan kebijakan penggunaan tumblr.
Lihat Juga :