China Gencar Perang Lawan Dolar AS, Dunia Makin Butuh Yuan

Rabu, 21 Mei 2025 - 07:35 WIB
loading...
A A A
Menurut laporan terbaru, sistem pembayaran berbasis kode QR yang diusung UnionPay telah menjangkau sekitar 30 negara di luar China. Hal ini menunjukkan peningkatan adopsi teknologi keuangan China di pasar internasional.

Pada Kuartal I-2025, jalur swap yang mendukung transaksi lintas batas dalam mata uang yuan tercatat menyelesaikan transaksi senilai 4,3 triliun yuan. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi dan menunjukkan meningkatnya kepercayaan mitra internasional terhadap yuan.

Selain pendekatan teknologi, diplomasi ekonomi juga menjadi instrumen utama dalam mendorong penggunaan yuan. Presiden China Xi Jinping tercatat melakukan serangkaian kunjungan resmi ke negara-negara Asia Tenggara dalam beberapa bulan terakhir. Kunjungan tersebut tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan penggunaan yuan di negara-negara ASEAN. Kerja sama dalam bidang perdagangan dan keuangan menjadi agenda utama dalam pertemuan Xi dengan para pemimpin kawasan.

Baca Juga: Utang AS dalam Bahaya, Aksi 'Jual Amerika' Guncang Pasar Keuangan

Upaya dedolarisasi yang dilakukan China sejalan dengan tren global di mana sejumlah negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ketegangan geopolitik dan perang dagang menjadi salah satu faktor pendorong munculnya alternatif mata uang dalam perdagangan internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Rekomendasi
Rangkaian Kegiatan MPLS...
Rangkaian Kegiatan MPLS SD, SMP, dan SMA/SMK 2026, Orang Tua Wajib Tahu!
AEI Golf Tournament...
AEI Golf Tournament 2026 Resmi Ditutup, Airlangga Hartarto: Ini Bagian Silaturahmi Lingkungan Pasar Modal
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved