Utang AS dalam Bahaya, Aksi 'Jual Amerika' Guncang Pasar Keuangan

Selasa, 20 Mei 2025 - 11:09 WIB
loading...
Utang AS dalam Bahaya,...
Pasar keuangan AS kembali terguncang setelah Moody’s menurunkan peringkat utang. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Pasar keuangan Amerika Serikat (AS) kembali terguncang setelah lembaga pemeringkat internasional Moody’s menurunkan peringkat utang negeri Paman Sam dari level tertinggi AAA. Langkah ini menambah kekhawatiran investor global terhadap kelayakan fiskal Amerika dan memicu kembali aksi yang dikenal sebagai "Jual Amerika".

Penurunan peringkat diumumkan pada Jumat (16/5) malam waktu setempat. Dalam keterangannya, Moody’s mengutip beban utang yang terus membengkak serta kebuntuan politik di Washington sebagai alasan utama. Ini merupakan kali pertama sejak 1917 AS kehilangan status utang terbaiknya dari ketiga lembaga pemeringkat utama.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, respons pasar langsung terasa. Para investor melepas obligasi pemerintah AS, menyebabkan imbal hasil obligasi 10 tahun naik mendekati 4,5%, dan imbal hasil 30 tahun nyaris menembus 5%. Di sisi lain, harga emas melonjak 1,5% menjadi USD3.232 per troy ons, mencerminkan kekhawatiran pasar atas stabilitas ekonomi AS.

Dilansir dari CNN, indeks saham utama Wall Street sempat tergelincir sebelum akhirnya ditutup menguat tipis pada Senin (19/5). Dow Jones Industrial Average naik 137 poin atau 0,3%. S&P 500 naik 0,09%, sedangkan Nasdaq yang berbasis saham teknologi naik 0,02%.

Namun, penguatan indeks tersebut belum cukup menenangkan kekhawatiran investor. Nilai tukar dolar AS justru melemah terhadap sekeranjang mata uang utama dunia, dengan penurunan mencapai 0,6%. Aksi pelarian modal ke aset aman kembali terlihat jelas di tengah ketidakpastian fiskal AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Rekomendasi
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
4 Tewas dalam Aksi Penembakan...
4 Tewas dalam Aksi Penembakan Massal di 3 Tempat Berbeda di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved