Alasan AS Sulit Kalahkan China Sebagai Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang

Rabu, 21 Mei 2025 - 14:35 WIB
loading...
A A A
Pasalnya unsur langka digunakan dalam produk yang sangat khusus -mulai dari motor, mobil, iPhone, aktuator rudal, dan banyak lagi lainnya-, maka penjual perlu berkualitas cukup untuk menunjukkan bahwa mereka dapat terus memproduksi produk dengan spesifikasi tinggi. Hal ini masih hampir semuanya ada di China.

China dapat memproduksi satu kilogram dysprosium, material yang mengubah magnet super kuat menjadi magnet tahan panas yang dapat digunakan dalam produk teknologi tinggi dari robot hingga mobil listrik, dengan biaya di bawah USD250.

Meniru rantai pasokan tersebut di tempat lain akan menghabiskan miliaran dolar - dan tetap menghasilkan material dengan biaya lebih tinggi. Itu pun dengan anggapan, AS dapat membangun pabrik tersebut: sedangkan Cina juga menguasai pembuatan peralatan khusus yang diperlukan untuk infrastruktur semacam itu.

Ditambahmeskipun AS dapat mengatasi ketertinggalan mereka untuk urusan teknologi dan membangun fondasi rantai pasokan domestik. Namun tetap saja tidak bisa mengimbangi kapasitas berlebih China yang sangat besar.

Baca Juga: Misi Australia Meruntuhkan Dominasi China dalam Logam Tanah Jarang

Hal itu berarti China dapat dengan cepat meningkatkan produksi untuk menekan harga bagi siapa pun yang mencoba membangun dari nol. Dan sebagai konsumen tanah jarang terbesar di dunia, setiap produsen yang besar tetap perlu menjual. Mereka bukan hanya pemain terbesar di pasar-mereka adalah pasar.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
5 Negara Penguasa Harta...
5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved