Alasan AS Sulit Kalahkan China Sebagai Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang

Rabu, 21 Mei 2025 - 14:35 WIB
loading...
A A A
Mereka kemudian menyesuaikan teknik-teknik tersebut dengan realitas lokal. Sebagai contoh, China menjadi pionir metode ekstraksi berbasis asam klorida yang kompatibel dengan infrastruktur biaya rendah seperti polivinil klorida, atau PVC, dan fiberglass, menghindari kebutuhan akan baja tahan karat yang mahal yang digunakan Barat.

Dan ketika paten magnet tanah jarang internasional yang penting kedaluwarsa, mereka dengan cepat meningkatkan produksi magnet-setelah mempelajari atau melisensikan teknologi tersebut melalui institut yang didukung pemerintah.

Tujuannya bukanlah kekayaan dari bahan baku tanah jarang itu sendiri. Lagi pula pasar tanah jarang hanya sedikit lebih besar dari pasar keju vegan atau air tonik; tidak berarti dibandingkan dengan produk domestik bruto China.

Tapi sebaliknya, China melihat bahan-bahan ini sebagai fondasi bagi ambisi teknologi tingginya-mulai dari mobil listrik dan turbin angin, hingga sistem misil dan MRI. Jadi mereka menginvestasikan waktu dan modal yang sangat besar terlebih dahulu dalam pasokan domestik, kemudian menangkap aliran global.

Keunggulan material yang dimiliki menjadi dorongan bagi manufaktur China-tidak hanya memproduksi material tersebut, tetapi China juga semakin banyak mengkonsumsinya. Menempatkan fasilitas pemrosesan dekat dengan pelanggan akhir memungkinkan lebih cepat dan umpan balik yang lebih ketat, mempercepat desain produk. Ini adalah keunggulan yang hanya dapat diberikan oleh kedekatan.

Dalam waktu singkat, China mendominasi bukan hanya produksi tanah jarang, tetapi juga pembuatan magnet dan industri hulu lainnya yang dibangun di atas fondasi logam tanah jarang.

"Semuanya yang bisa Anda nyalakan atau matikan kemungkinan besar berjalan dengan elemen tanah jarang," jelas Thomas Kruemmer, Direktur Perdagangan dan Investasi Internasional Ginger seperti dilansir BBC.

Industri Kotor

Pada saat yang sama, Barat melihat pembuatan logam sebagai industri kotor, yang siap untuk dialihkan ke luar. Banyak fasilitas rare earth memproduksi jumlah limbah sangat besar selain elemen radioaktif. Penambangan merupakan sesuatu yang sulit dijual kepada komunitas lokal.

Bahkan banyak negara memberlakukan undang-undang ketat untuk membatasi penambangan tanah jarang. Sedangkan China dibantu hampir oleh 40 universitas yang mengkhususkan diri dalam metalurgi ekstraktif dan 40 universitas lainnya dalam pengolahan mineral. Di AS, jumlah itu disebut nol.

Ketergantungan kepada China memiliki konsekuensi, dimana kondisi ini memperlambat kemampuan suatu negara untuk membangun kembali kapasitas dan membuatnya semakin sulit untuk mengalahkan harga produksi China dengan spesifikasi ketat yang diperlukan industri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Rekomendasi
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
Berita Terkini
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Infografis
Alasan AS Hindari Perlombaan...
Alasan AS Hindari Perlombaan Senjata Nuklir Lawan Rusia dan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved