20 Tambang Emas Terbesar di Dunia, Indonesia Masuk Tiga Teratas

Kamis, 22 Mei 2025 - 08:47 WIB
loading...
A A A
Perselisihan ini berasal dari aturan baru pertambangan Mali yang diperkenalkan pada tahun 2023, dengan meningkatkan kepemilikan pemerintah dalam usaha pertambangan. Dalam drama tersebut, Mali menutup kantor Barrick di ibu kotanya pada bulan April, dan empat eksekutif perusahaan masih ditahan.

8. Ahafo

Tambang Ahafo di Ghana, yang dimiliki 90% oleh Newmont dan 10% pemerintah negara tersebut, berada di urutan kedelapan dengan produksi 798.000 ons emas. Ahafo adalah satu-satunya operasional tambang raksasa emas di Afrika. Tambang ini mencapai produksi komersial pada tahun 2006 dan mengoperasikan tambang di permukaan dan bawah tanah.

7. Kazzinc Consolidated

Tambang emas Kazzinc Consolidated terletak di Kazakhstan dengan kepemilikan dikuasai oleh Kazzinc Ltd, berada di peringkat ketujuh dengan produksi 1.000.000 ons emas di 2024. Pada tahun yang sama, raksasa komoditas Swiss Glencore membatalkan rencana untuk menjual 70% sahamnya di Kazzinc setelah calon pembeli di China gagal mencocokkan penilaiannya terhadap produsen seng, timbal, dan logam berharga.

6. Batu Hijau

Tambang emas Batu Hijau di Indonesia yang dimiliki oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara, menempati posisi keenam dengan estimasi produksi 1.009.000 ons pada tahun 2024. Pada tahun 2023, Amman Minerals mencuri perhatian sebagai 50 saham pertambangan paling berharga di dunia ketika melahirkan setidaknya enam miliarder baru setelah IPO.

5. Almalyk Complex

Dalam daftar 20 tambang emas teratas di dunia, Almalyk Complex menempati peringkat kelima dengan estimasi produksi Kompleks Almalyk Mining and Metals Combine di Uzbekistan menyentuh angka 1.114.000 ons emas pada tahun 2024. Almalyk MMC juga merupakan produsen tembaga utama di negara Asia Tengah ini.

Tahun 2024 lalu, mereka merencanakan program ekspansi senilai USD15 miliar untuk meningkatkan output katoda tembaga menjadi 400.000 ton metrik per tahun pada tahun 2030.

4. Olimpiada

Tambang Olimpiada milik Polyus, yang terletak 550 km (342 mil) utara kota Krasnoyarsk di Rusia tengah, berada di posisi keempat, dengan 1.441.300 ons yang diproduksi pada tahun 2024. Pada 2023, produsen emas terbesar di Rusia menyelesaikan program pembelian kembali saham senilai 579,4 miliar rubel (USD5,8 miliar) yang diperkirakan dapat meningkatkan fleksibilitas keuangannya untuk kesepakatan M&A di masa depan.

3. Grasberg

Tambang emas Grasberg, dikelola usaha patungan antara Freeport McMoRan (48,76%) dan PT Mineral Industri Indonesia (51,24%) berada di tempat ketiga dengan produksi 1.861.000 ons emas. PT Freeport Indonesia menerapkan armada pemecah batu bergerak otonom sepenuhnya di Grasberg dalam proyek teknologi pertama di dunia pada tahun 2022.

2. Muruntau

Tambang Muruntau milik perusahaan Navoi Mining & Metallurgical (NMMC) di Uzbekistan berada di posisi kedua dengan perkiraan produksi 2.676.656 ons emas. Tahun lalu, NMMC menginvestasikan lebih dari USD23 juta untuk memperluas tambang terbuka.

Muruntau, menurut perusahaan, diakui oleh para geolog sebagai yang terbesar dalam hal cadangan emas, dengan perkiraan 4.500 ton emas.

1. Nevada Gold Mines

Posisi pertama sebagai tambang emas terbesar adalah Nevada Gold Mines, sebuah usaha patungan antara Barrick (68,5%) dan Newmont (38,5%) dengan 2.698.701 ons yang diproduksi pada tahun 2024. Kompleks ini terdiri dari 10 tambang bawah tanah dan 12 tambang terbuka di negara bagian barat AS.

Baca Juga: China Temukan Harta Karun Emas Terbesar di Dunia, Nilainya Lebih Rp1.300 Triliun

Nevada Gold Mines telah memegang gelar produsen teratas sejak Barrick dari Kanada menghentikan tawaran akuisisi terhadap pesaing AS, Newmont, pada tahun 2019 demi kesepakatan yang menciptakan JV untuk menggabungkan aset kedua perusahaan di Nevada.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Rekomendasi
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
Maroko Temani Brasil...
Maroko Temani Brasil ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Haiti Tersingkir
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved