20 Tambang Emas Terbesar di Dunia, Indonesia Masuk Tiga Teratas
Kamis, 22 Mei 2025 - 08:47 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2022, proyek ekspansi senilai USD1,4 miliar menjanjikan untuk memperpanjang produksi di aset tersebut hingga melewati tahun 2040. Ekspansi ini juga akan memungkinkan penambangan bijih dengan kualitas lebih rendah di deposit yang ada, mendukung output tahunan lebih dari 800.000 ons emas.
Penambang yang berbasis di Toronto dan pemerintah Kirgistan bertikai selama bertahun-tahun terkait isu keuangan dan lingkungan yang berkaitan dengan tambang tersebut.
Newcrest telah mengakuisisi Lihir Gold seharga USD9,5 miliar pada bulan Agustus 2010, menjadikannya pada saat itu sebagai produsen logam berharga terbesar keempat di dunia.
Agnico menjadi pemilik tunggal pada tahun 2023 setelah menyelesaikan kesepakatan dengan Pan American Silver dan Yamana Gold.
Perusahaan mengatakan, bahwa investasi ini diharapkan dapat memperpanjang umur tambang Detour Lake hingga 2054, dan ada banyak peluang eksplorasi yang mungkin mengarah pada umur tambang yang lebih lama lagi.
Deposit baru di Kibali, sebagai operasi bullion terbesar di Afrika, menjanjikan bisa memperpanjang umur tambang dan meningkatkan produksi.
16. Boddington
Tambang Boddington milik Newmont di Australia berada di peringkat 16, dengan produksi 590.000 ons emas. Boddington menjadi tambang emas open-pit pertama di dunia dengan armada truk otonom pada tahun 2021. Salah satu dari tiga tambang Newmont di benua tersebut, Boddington beroperasi di dalam sabuk batuan hijau Saddleback di Australia Barat.15. Kumtor
Tambang Kumtor berada di Kirgistan, yang dimiliki oleh Kyrgyzaltyn OJSC untuk menduduki posisi ke-15 sebagai salah satu tambang emas terbesar dengan estimasi produksi 592.142 ons. Pada tahun 2022, Centerra Gold menyerahkan kendali operasi Kumtor kepada pemerintah negara tersebut, dalam suatu ekspropriasi yang mengakhiri sengketa berkepanjangan.Penambang yang berbasis di Toronto dan pemerintah Kirgistan bertikai selama bertahun-tahun terkait isu keuangan dan lingkungan yang berkaitan dengan tambang tersebut.
14. Lihir
Tambang Lihir milik Newmont di Papua Nugini berada di urutan ke-14, dengan produksi 614.000 ons pada tahun 2024. Newmont mengakuisisi tambang tersebut saat membeli Newcrest Mining dalam kesepakatan senilai USD17 miliar di 2023.Newcrest telah mengakuisisi Lihir Gold seharga USD9,5 miliar pada bulan Agustus 2010, menjadikannya pada saat itu sebagai produsen logam berharga terbesar keempat di dunia.
13. Tasiast
Tambang Kinross Gold di Tasiast, Mauritania mencetak produksi hingga 622.394 ons emas. Kinross mengakuisisi Tasiast pada tahun 2010 dan sejak saat itu meningkatkan kapasitas di lokasi tersebut dan meningkatkan laju pengolahan dari 8.000 ton per hari. Tasiast adalah satu-satunya operasional perusahaan ini di benua Afrika.12. Canadian Malartic
Di tempat ke-12 ada tambang emas Canadian Malartic milik Agnico Eagle Mines di wilayah Abitibi, provinsi Quebec, Kanada, dengan 655.654 ons emas yang diproduksi pada tahun 2024. Canadian Malartic adalah tambang terbuka terbesar di negara ini.Agnico menjadi pemilik tunggal pada tahun 2023 setelah menyelesaikan kesepakatan dengan Pan American Silver dan Yamana Gold.
11. Detour Lake
Tambang Detour Lake milik Agnico Eagle Mines di provinsi Ontario, Kanada, berada di peringkat ke-11 dengan produksi 671.950 ons emas. Tahun 2024, Agnico menginvestasikan 100 juta dolar Kanada di Detour Lake untuk mengangkat potensi meningkatkan produksi tahunan dari tambang terbuka dan bawah tanah hingga 1 juta ons per tahun.Perusahaan mengatakan, bahwa investasi ini diharapkan dapat memperpanjang umur tambang Detour Lake hingga 2054, dan ada banyak peluang eksplorasi yang mungkin mengarah pada umur tambang yang lebih lama lagi.
10. Kibali
Kibali di Republik Demokratik Kongo, dimiliki 45% oleh AngloGold Ashanti, 45% oleh Barrick, dan 10% oleh Societe Miniere de Kilo-Moto berada di urutan ke-10 dengan 686.667 ons emas yang diproduksi pada tahun 2024. Tahun lalu, Barrick mengumumkan penemuan deposit emas baru yang signifikan di dekat tambang.Deposit baru di Kibali, sebagai operasi bullion terbesar di Afrika, menjanjikan bisa memperpanjang umur tambang dan meningkatkan produksi.
9. Loulo-Gounkoto
Kompleks Loulo-Gounkoto, tambang terbesar Barrick di Mali, berada di peringkat kesembilan dengan estimasi produksi 693.863 ons emas pada tahun 2024. Barrick memiliki 80% dan pemerintah Mali 20%, dan perusahaan tambang tersebut terlibat dalam konflik berkepanjangan dengan pihak berwenang di negara Afrika Barat terkait tuduhan pajak yang belum dibayar.Lihat Juga :