Kisah Inspiratif Karyawan SKT Sampoerna, Ubah Tantangan Menjadi Peluang
Jum'at, 23 Mei 2025 - 14:59 WIB
loading...
A
A
A
Meski harus menempuh jarak puluhan kilometer dari Tuban ke Bojonegoro, Evi menjalani dengan suka cita. Baginya, ini bagian dari perjuangan yang harus diupayakan untuk kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Setahun menjadi karyawan di MPS Dander, Evi merasakan kondisi perekonomian yang lebih baik. Ia bisa menyekolahkan anak sulungnya yang berusia 15 tahun di pesantren, demikian pula anak keduanya. Ia juga bisa menyokong kebutuhan kedua orangtua dan neneknya.
![Kisah Inspiratif Karyawan SKT Sampoerna, Ubah Tantangan Menjadi Peluang]()
Cerita lain datang dari Rizqi Mega Silvia Ningrum, yang biasa disapa Silvi. Warga Bojonegoro, Jawa Timur ini juga setahun terakhir bekerja sebagai pelinting di MPS Dander. Ketika melihat lowongan pekerjaan sebagai pelinting SKT di MPS Dander, ia tak ingin melewatkan kesempatan itu. Baginya, kehadiran MPS Dander di Bojonegoro menjadi angin segar, terutama bagi ibu-ibu yang ingin turut membantu perekonomian keluarga. Suami Silvi bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tak tentu, sementara kebutuhan biaya semakin meningkat karena anak pertamanya memasuki bangku sekolah.
"Ketika ada MPS Dander, terbantu sekali. Ibu-ibu yang biasanya di rumah, jadi bisa bekerja untuk menambah pemasukan keluarga, dan sangat membantu perekonomian keluarga," kata Silvi.
Baca Juga: Sampoerna Catatkan Nilai Ekspor IQOS-TEREA Rp829 Miliar di 2024
Akhirnya, Silvi diterima bekerja sebagai pelinting sejak Januari 2024, ketika MPS Dander mulai beroperasi. Awal bekerja, ia menyimpan banyak kekhawatiran.

Dari Tidak Yakin, Kini Semakin Percaya Diri
Cerita lain datang dari Rizqi Mega Silvia Ningrum, yang biasa disapa Silvi. Warga Bojonegoro, Jawa Timur ini juga setahun terakhir bekerja sebagai pelinting di MPS Dander. Ketika melihat lowongan pekerjaan sebagai pelinting SKT di MPS Dander, ia tak ingin melewatkan kesempatan itu. Baginya, kehadiran MPS Dander di Bojonegoro menjadi angin segar, terutama bagi ibu-ibu yang ingin turut membantu perekonomian keluarga. Suami Silvi bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tak tentu, sementara kebutuhan biaya semakin meningkat karena anak pertamanya memasuki bangku sekolah.
"Ketika ada MPS Dander, terbantu sekali. Ibu-ibu yang biasanya di rumah, jadi bisa bekerja untuk menambah pemasukan keluarga, dan sangat membantu perekonomian keluarga," kata Silvi.
Baca Juga: Sampoerna Catatkan Nilai Ekspor IQOS-TEREA Rp829 Miliar di 2024
Akhirnya, Silvi diterima bekerja sebagai pelinting sejak Januari 2024, ketika MPS Dander mulai beroperasi. Awal bekerja, ia menyimpan banyak kekhawatiran.
Lihat Juga :