Pakistan Kerek Anggaran Militer Jadi Rp525 Triliun, Terbesar dalam Sejarah

Minggu, 25 Mei 2025 - 09:45 WIB
loading...
Pakistan Kerek Anggaran...
Sebuah rudal balistik NASR buatan Pakistan dimuat di sebuah peluncur selama parade militer untuk menandai Hari Nasional Pakistan, di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 23 Maret 2019. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Pemerintah Pakistan berencana menaikkan anggaran pertahanan menjadi Rs2,8 triliun atau setara Rp525 triliun pada tahun fiskal 2025-2026. Lonjakan ini mencapai 32% dari anggaran tahun sebelumnya dipicu eskalasi ketegangan dengan India.

Menurut laporan Daily Times, peningkatan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk perekrutan personel militer baru serta penguatan kemampuan pertahanan, termasuk modernisasi persenjataan. Langkah ini diambil menyusul ketidakstabilan keamanan di kawasan, terutama di perbatasan Kashmir yang kerap memicu konflik bersenjata.

Tola Associates, firma konsultan pajak terkemuka di Pakistan, memprediksi belanja pertahanan bisa melonjak hingga 50% pada kuartal akhir tahun ini menjadi yang terbesar dalam sejarah.

"Secara historis, pengeluaran terbesar terjadi di akhir tahun, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti operasi militer dan pembelian alat utama sistem senjata," jelasnya.

Baca Juga: China Bela Pakistan, India Dikabarkan Bakal Hengkang dari BRICS

Di sisi lain, anggaran federal Pakistan justru diproyeksikan menyusut dari Rs18,9 triliun menjadi Rs17,2 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya pembayaran bunga utang, yang turun dari Rs9,8 triliun menjadi Rs7,5 triliun. Namun, pemotongan juga terjadi pada anggaran pembangunan infrastruktur, dari Rs1,4 triliun menjadi hanya Rs950 miliar.

Sementara, Dewan Pendapatan Federal Pakistan (FBR) menargetkan pendapatan pajak sebesar Rs13,5 triliun tahun depan dengan asumsi inflasi 10% dan pertumbuhan PDB 3%. Target ini dinilai ambisius mengingat defisit fiskal yang memburuk akibat beban utang.

Baca Juga: Serangan India Ungkap Kelemahan Senjata Pakistan yang Diimpor dari China

Pemerintah Pakistan saat ini masih bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk memperpanjang program bantuan keuangan. Pembicaraan difokuskan pada reformasi fiskal, termasuk efisiensi belanja dan peningkatan penerimaan negara.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Rekomendasi
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved