PangkatDua Dipilih Arsitek Internasional Chris Precht untuk Proyek Perdana di Indonesia
Senin, 26 Mei 2025 - 14:39 WIB
loading...
PangkatDua menjadi mitra desain lokal dalam proyek perdana Chris Precht, arsitek visioner asal Austria yang dikenal dunia lewat pendekatan biomimikri dan arsitektur berkelanjutan. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
TABANAN - PangkatDua, studio arsitektur asal Bali, resmi diumumkan sebagai mitra desain lokal dalam proyek perdana Chris Precht, arsitek visioner asal Austria yang dikenal dunia lewat pendekatan biomimikri dan arsitektur berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting bagi dunia arsitektur Indonesia, di mana talenta lokal dipercaya untuk membawa ide global ke dalam konteks tropis dan adat Bali yang kompleks.
“Tidak semua arsitek bisa dikenal, namun setiap arsitek punya hak untuk dikenal,” kata COO PangkatDua Fariz Ghifari dalam siaran pers, Senin (26/5/2025). “Ini bukan tentang seberapa besar studio kami, tapi seberapa dalam kami memahami tanah tempat kami membangun. Dipilih oleh Precht adalah kehormatan, sekaligus bukti bahwa arsitek lokal juga layak dipercaya,” ujar CMO PangkatDua Andre Pratama. Baca juga: Kementerian PU Harap Arsitek Dukung Mitigasi Perubahan Iklim
Gagasan ini menjadi pijakan PangkatDua dalam membangun praktik arsitekturnya di Bali. Dalam lingkungan yang penuh batasan dan ekspektasi, mereka memilih tetap berjalan—mendesain dengan kesadaran ruang, manusia, dan budaya tropis yang membentuknya.
Filosofis dan Teknologi Arsitektur
Chris Precht dan PangkatDua akan bekerja sama dalam merancang residential villa eksklusif di kawasan Nuanu Creative City, Bali—dengan visi menjadikan wellness sebagai inti dari pengalaman ruang dan hidup. Dalam proyek ini, PangkatDua dipercaya untuk merancang residential villa di Nuanu Creative City, Tabanan—bersama Chris Precht.
Pemilihan PangkatDua bukan karena popularitas, melainkan karena dedikasi mereka terhadap desain yang jujur pada alam dan budaya. Precht membawa visi biomimikri sebagai landasan desain, menjadikan arsitektur sebagai makhluk hidup—yang bisa tumbuh, bernapas, dan menjalin hubungan emosional dengan penghuninya.
Proyek ini mulai dirancang sejak Desember 2024 dan ditargetkan memasuki tahap konstruksi pada akhir 2025. Setiap villa dirancang untuk menjadikan wellness sebagai fondasi gaya hidup tropis masa kini dan masa depan. Fokus desain tersebut dibingkai dalam empat pilar utama yakni privacy, mind, motion, dan renewal. Baca juga: PLN IP Operasikan PLTS Terapung 100 kWp di Waduk Muara Nusa Dua Bali
Pertemuan Dua Dunia, Satu Visi
Kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama proyek, melainkan dialog dua pendekatan— lokal dan global, teknis dan filosofis—untuk membentuk wajah baru arsitektur tropis. PangkatDua hadir sebagai jembatan antara tanah Bali dan visi arsitektur dunia.
Proyek ini bukan kompetisi ide, melainkan penyatuan nilai. Kehadiran PangkatDua sebagai mitra lokal adalah bukti bahwa karya yang lahir dari pemahaman konteks, keberanian, dan ketulusan, layak mendapat tempat dalam percakapan arsitektur global.
“Tidak semua arsitek bisa dikenal, namun setiap arsitek punya hak untuk dikenal,” kata COO PangkatDua Fariz Ghifari dalam siaran pers, Senin (26/5/2025). “Ini bukan tentang seberapa besar studio kami, tapi seberapa dalam kami memahami tanah tempat kami membangun. Dipilih oleh Precht adalah kehormatan, sekaligus bukti bahwa arsitek lokal juga layak dipercaya,” ujar CMO PangkatDua Andre Pratama. Baca juga: Kementerian PU Harap Arsitek Dukung Mitigasi Perubahan Iklim
Gagasan ini menjadi pijakan PangkatDua dalam membangun praktik arsitekturnya di Bali. Dalam lingkungan yang penuh batasan dan ekspektasi, mereka memilih tetap berjalan—mendesain dengan kesadaran ruang, manusia, dan budaya tropis yang membentuknya.
Filosofis dan Teknologi Arsitektur
Chris Precht dan PangkatDua akan bekerja sama dalam merancang residential villa eksklusif di kawasan Nuanu Creative City, Bali—dengan visi menjadikan wellness sebagai inti dari pengalaman ruang dan hidup. Dalam proyek ini, PangkatDua dipercaya untuk merancang residential villa di Nuanu Creative City, Tabanan—bersama Chris Precht.
Pemilihan PangkatDua bukan karena popularitas, melainkan karena dedikasi mereka terhadap desain yang jujur pada alam dan budaya. Precht membawa visi biomimikri sebagai landasan desain, menjadikan arsitektur sebagai makhluk hidup—yang bisa tumbuh, bernapas, dan menjalin hubungan emosional dengan penghuninya.
Proyek ini mulai dirancang sejak Desember 2024 dan ditargetkan memasuki tahap konstruksi pada akhir 2025. Setiap villa dirancang untuk menjadikan wellness sebagai fondasi gaya hidup tropis masa kini dan masa depan. Fokus desain tersebut dibingkai dalam empat pilar utama yakni privacy, mind, motion, dan renewal. Baca juga: PLN IP Operasikan PLTS Terapung 100 kWp di Waduk Muara Nusa Dua Bali
Pertemuan Dua Dunia, Satu Visi
Kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama proyek, melainkan dialog dua pendekatan— lokal dan global, teknis dan filosofis—untuk membentuk wajah baru arsitektur tropis. PangkatDua hadir sebagai jembatan antara tanah Bali dan visi arsitektur dunia.
Proyek ini bukan kompetisi ide, melainkan penyatuan nilai. Kehadiran PangkatDua sebagai mitra lokal adalah bukti bahwa karya yang lahir dari pemahaman konteks, keberanian, dan ketulusan, layak mendapat tempat dalam percakapan arsitektur global.
(poe)
Lihat Juga :