Proyek CO2 Reduction Akasia Bagus Dongkrak Produksi Minyak Pertamina EP
Senin, 26 Mei 2025 - 20:33 WIB
loading...
Deputi Eksploitasi SKK Migas, Taufan Marhaendrajana saat meninjau progres proyek CO2 Reduction di Lapangan Jatibarang Pertamina EP.
A
A
A
JAKARTA - Deputi Eksploitasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Taufan Marhaendrajana, melakukan peninjauan kemajuan proyek strategis CO2 Reduction di Lapangan Akasia Bagus, Pertamina EP di Kecamatan Terisi, Indramayu, Jawa Barat.
Proyek ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Pertamina EP untuk meningkatkan produksi dan mencapai kemandirian energi. Investasi dalam proyek ini menunjukkan komitmen Pertamina EP untuk memastikan pasokan energi yang stabil di masa depan.
"Hingga saat ini, proyek optimasi pengembangan Lapangan-lapangan Akasia Bagus – Gantar, atau disebut OPLL ABG – GTR, telah berkontribusi dalam optimalisasi cadangan minyak sebesar 12,71 juta stok barel (million stock tank barrels/MMSTB) dan gas sebesar 10,53 miliar kaki kubik (billion standard cubic feet/BSCF)," ujar VP Production & Operations Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, Rahmat Ali Hakim dalam pernyataanya pada Senin (26/5).
Baca Juga: Pertamina EP Teken PJBG Dukung Pertumbuhan Industri di Jawa Barat
Pertamina EP juga menjalin kolaborasi strategis dengan perusahaan multinasional BASF untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional. BASF menyediakan berbagai produk dan solusi teknologi termasuk bahan kimia khusus, katalis, dan teknologi pengolahan gas, yang relevan dengan proyek kolaborasi bersama Pertamina EP di Lapangan Akasia Bagus.
Hasil sinergi kedua perusahaan ini mampu memberikan kinerja terobosan yang pertama di dunia, yakni mengolah gas hasil produksi yang dikumpulkan di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) yang berkadar CO2 yang tinggi, yakni 65% mole menjadi 8% sesuai dengan spesifikasi gas siap jual.
Baca Juga: Pertamina EP Revitalisasi Lapangan Tua, Kejar Target Produksi 213 MBOEPD di 2025
Lapangan Akasia Bagus dioperasikan Pertamina EP dikembangkan berdasarkan Plan of Development (POD) yang disetujui pada 27 Desember 2017 dengan mekanisme dua tahap, Stage 1 dan Stage 2. Hingga kini, Pertamina EP telah melakukan pengeboran 12 sumur pengembangan di klaster Akasia Bagus dan terdapat 26 sumur produksi aktif di Lapangan Akasia Bagus.
Pertamina EP juga berkomitmen dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, termasuk penerapan teknologi ramah lingkungan dan penghijauan di area pesisir, dengan penanaman lebih dari 86 ribu mangrove.
Proyek ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Pertamina EP untuk meningkatkan produksi dan mencapai kemandirian energi. Investasi dalam proyek ini menunjukkan komitmen Pertamina EP untuk memastikan pasokan energi yang stabil di masa depan.
"Hingga saat ini, proyek optimasi pengembangan Lapangan-lapangan Akasia Bagus – Gantar, atau disebut OPLL ABG – GTR, telah berkontribusi dalam optimalisasi cadangan minyak sebesar 12,71 juta stok barel (million stock tank barrels/MMSTB) dan gas sebesar 10,53 miliar kaki kubik (billion standard cubic feet/BSCF)," ujar VP Production & Operations Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, Rahmat Ali Hakim dalam pernyataanya pada Senin (26/5).
Baca Juga: Pertamina EP Teken PJBG Dukung Pertumbuhan Industri di Jawa Barat
Pertamina EP juga menjalin kolaborasi strategis dengan perusahaan multinasional BASF untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional. BASF menyediakan berbagai produk dan solusi teknologi termasuk bahan kimia khusus, katalis, dan teknologi pengolahan gas, yang relevan dengan proyek kolaborasi bersama Pertamina EP di Lapangan Akasia Bagus.
Hasil sinergi kedua perusahaan ini mampu memberikan kinerja terobosan yang pertama di dunia, yakni mengolah gas hasil produksi yang dikumpulkan di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) yang berkadar CO2 yang tinggi, yakni 65% mole menjadi 8% sesuai dengan spesifikasi gas siap jual.
Baca Juga: Pertamina EP Revitalisasi Lapangan Tua, Kejar Target Produksi 213 MBOEPD di 2025
Lapangan Akasia Bagus dioperasikan Pertamina EP dikembangkan berdasarkan Plan of Development (POD) yang disetujui pada 27 Desember 2017 dengan mekanisme dua tahap, Stage 1 dan Stage 2. Hingga kini, Pertamina EP telah melakukan pengeboran 12 sumur pengembangan di klaster Akasia Bagus dan terdapat 26 sumur produksi aktif di Lapangan Akasia Bagus.
Pertamina EP juga berkomitmen dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, termasuk penerapan teknologi ramah lingkungan dan penghijauan di area pesisir, dengan penanaman lebih dari 86 ribu mangrove.
(nng)
Lihat Juga :