Bali Benoa Marina Siap Sambut Superyacht, Target Operasi Kuartal IV-2025
Senin, 26 Mei 2025 - 22:21 WIB
loading...
Bali Benoa Marina di Bali diharapkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2025. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memulai pembangunan Bali Benoa Marina di Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), Pelabuhan Benoa, Bali. Marina berfasilitas lengkap ini diharapkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2025 dan menjadi pusat wisata maritim premium, mengukuhkan posisi Indonesia di kancah pariwisata bahari internasional.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan pembangunan marina ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam mengembangkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. "Kementerian Pariwisata mendorong kerja sama antara BUMN dan swasta serta optimalisasi promosi ke komunitas pariwisata," ujar dalam pernyataannya, Senin (26/5).
Sementara, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta memberikan dukungan penuh terhadap proyek yang menjadi bagian dari transformasi Pelabuhan Benoa menjadi BMTH. Ia berharap, pembangunan marina dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal dan mengajak agar pelaksanaan proyek tetap menjaga kelestarian biota laut.
"Proyek ini akan mengukuhkan Bali sebagai destinasi utama wisata maritim dunia sekaligus membuka kantong-kantong ekonomi baru bagi masyarakat sekitar," ujar Giri Prasta.
Baca Juga: 2 Kapal Vietnam Lakukan Illegal Fishing di Laut Natuna Utara Ditangkap KKP
Bali Benoa Marina dibangun di atas lahan seluas 3,3 hektare yang terbagi dalam tiga zona pengembangan dengan ruang terbuka hijau terintegrasi. Marina ini dirancang mampu menampung 180 yacht, termasuk 50 superyacht dengan panjang hingga 90 meter. Fasilitas yang disiapkan meliputi Premium Yacht Club, Crew Club, area MICE, restoran, perkantoran, dan ruang ritel.
Direktur Strategi Pelindo, Prasetyo, menegaskan pembangunan marina merupakan tonggak penting dalam transformasi Pelabuhan Benoa menjadi gerbang wisata maritim kelas dunia. "Kami mengintegrasikan kenyamanan berlayar, layanan premium, dan infrastruktur modern demi mendukung Indonesia sebagai pemain utama industri pariwisata maritim global," ujarnya.
![Bali Benoa Marina Siap Sambut Superyacht, Target Operasi Kuartal IV-2025]()
Pengelolaan proyek ini dilakukan oleh PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL), subholding Pelindo yang fokus pada klaster logistik dan pengembangan hinterland. Direktur Komersial & Teknik SPSL, Ruri I. Rachmaputri, menyatakan pihaknya menggandeng mitra strategis untuk memastikan pembangunan marina sesuai standar internasional dan berorientasi pada keberlanjutan.
Salah satu mitra strategis yang dilibatkan adalah PT Marina Development Indonesia (MDI), perusahaan berpengalaman dalam pengembangan marina. Presiden Direktur MDI, Ulf Backlund, menyatakan Bali Benoa Marina akan menjadi marina unggulan nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan pariwisata maritim berkelas dunia.
Baca Juga: Indonesia Unjuk Gigi di Asia-Pacific Superyacht Summit, Yacht Sourcing Buktikan Daya Tarik Industri Mewah Bahari
Pembangunan marina telah dimulai dengan produksi ponton beton apung menggunakan teknologi kelas dunia yang juga dipakai di marina internasional seperti Porto Montenegro dan Royal Phuket Marina. Proses ini melibatkan tenaga kerja lokal, menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali.
Bali Benoa Marina direncanakan memulai operasional awal pada kuartal IV-2025, dengan target operasional penuh seluruh fasilitas pendukung pada 2027. Proyek ini diharapkan menjadi magnet bagi superyacht internasional dan domestik serta katalis pertumbuhan ekonomi regional dan nasional berbasis industri maritim premium.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan pembangunan marina ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam mengembangkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. "Kementerian Pariwisata mendorong kerja sama antara BUMN dan swasta serta optimalisasi promosi ke komunitas pariwisata," ujar dalam pernyataannya, Senin (26/5).
Sementara, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta memberikan dukungan penuh terhadap proyek yang menjadi bagian dari transformasi Pelabuhan Benoa menjadi BMTH. Ia berharap, pembangunan marina dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal dan mengajak agar pelaksanaan proyek tetap menjaga kelestarian biota laut.
"Proyek ini akan mengukuhkan Bali sebagai destinasi utama wisata maritim dunia sekaligus membuka kantong-kantong ekonomi baru bagi masyarakat sekitar," ujar Giri Prasta.
Baca Juga: 2 Kapal Vietnam Lakukan Illegal Fishing di Laut Natuna Utara Ditangkap KKP
Bali Benoa Marina dibangun di atas lahan seluas 3,3 hektare yang terbagi dalam tiga zona pengembangan dengan ruang terbuka hijau terintegrasi. Marina ini dirancang mampu menampung 180 yacht, termasuk 50 superyacht dengan panjang hingga 90 meter. Fasilitas yang disiapkan meliputi Premium Yacht Club, Crew Club, area MICE, restoran, perkantoran, dan ruang ritel.
Direktur Strategi Pelindo, Prasetyo, menegaskan pembangunan marina merupakan tonggak penting dalam transformasi Pelabuhan Benoa menjadi gerbang wisata maritim kelas dunia. "Kami mengintegrasikan kenyamanan berlayar, layanan premium, dan infrastruktur modern demi mendukung Indonesia sebagai pemain utama industri pariwisata maritim global," ujarnya.

Pengelolaan proyek ini dilakukan oleh PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL), subholding Pelindo yang fokus pada klaster logistik dan pengembangan hinterland. Direktur Komersial & Teknik SPSL, Ruri I. Rachmaputri, menyatakan pihaknya menggandeng mitra strategis untuk memastikan pembangunan marina sesuai standar internasional dan berorientasi pada keberlanjutan.
Salah satu mitra strategis yang dilibatkan adalah PT Marina Development Indonesia (MDI), perusahaan berpengalaman dalam pengembangan marina. Presiden Direktur MDI, Ulf Backlund, menyatakan Bali Benoa Marina akan menjadi marina unggulan nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan pariwisata maritim berkelas dunia.
Baca Juga: Indonesia Unjuk Gigi di Asia-Pacific Superyacht Summit, Yacht Sourcing Buktikan Daya Tarik Industri Mewah Bahari
Pembangunan marina telah dimulai dengan produksi ponton beton apung menggunakan teknologi kelas dunia yang juga dipakai di marina internasional seperti Porto Montenegro dan Royal Phuket Marina. Proses ini melibatkan tenaga kerja lokal, menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali.
Bali Benoa Marina direncanakan memulai operasional awal pada kuartal IV-2025, dengan target operasional penuh seluruh fasilitas pendukung pada 2027. Proyek ini diharapkan menjadi magnet bagi superyacht internasional dan domestik serta katalis pertumbuhan ekonomi regional dan nasional berbasis industri maritim premium.
(nng)
Lihat Juga :