Perebutan Harta Karun Tanah Jarang Makin Panas, Greenland Melirik Investasi China

Jum'at, 30 Mei 2025 - 07:56 WIB
loading...
A A A
Cadangan tanah jarang Greenland berjumlah 1,5 juta metrik ton, tetapi negara kepulauan itu saat ini tidak memproduksi logam. Namun memiliki dua proyek tanah jarang yang signifikan dengan cadangan besar, yakni proyek Tanbreez dan Kvanefjeld.

Pada Juli 2024, Critical Metals (NASDAQ:CRML) menyelesaikan Tahap 1 akuisisi saham pengendali dalam proyek Tanbreez dari perusahaan swasta Tanbreez Mining. Perusahaan memulai pengeboran pada proyek tersebut pada September untuk lebih memahami model sumber daya dan masa pakai tambang yang diproyeksikan dari deposit yang terkandung di dalamnya.

Sementara itu, Energy Transition Minerals (ASX:ETM,OTC Pink:GDLNF) memiliki beberapa tantangan dengan pemerintah Greenland atas perizinan. Lisensinya untuk Kvanefjeld dicabut oleh pemerintah Greenland saat ini karena rencana perusahaan untuk mengeksploitasi uranium.

Perusahaan mengajukan perubahan rencana dengan mengesampingkan uranium, tetapi versi yang diperbarui juga ditolak pada September 2023. MDO melaporkan bahwa hingga Oktober 2024, perusahaan masih menunggu keputusan pengadilan atas bandingnya.

Dengan kembalinya Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Greenland (wilayah otonom Denmark) dan cadangan tanah jarang berada di radarnya. Namun, Perdana Menteri Greenland dan Raja Denmark telah menjelaskan bahwa Greenland tidak untuk dijual.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Qavah Group Fasilitasi...
Qavah Group Fasilitasi Ekspansi Investor China ke Pasar Indonesia
Ketegangan Geopolitik...
Ketegangan Geopolitik Ubah Arus Ekspor Tanah Jarang China dari AS ke Eropa
Kejagung Bongkar Modus...
Kejagung Bongkar Modus Rekayasa Uji Lab untuk Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Rekomendasi
Usai Rumahnya Digeledah,...
Usai Rumahnya Digeledah, Anggota BPK Bobby Rizaldi Penuhi Panggilan KPK
Lowongan Kerja Bank...
Lowongan Kerja Bank BRI Juli 2026, Dibutuhkan Lulusan S1-S2 Berbagai Jurusan
Besok Polisi Limpahkan...
Besok Polisi Limpahkan Don Ritto dan Barang Bukti ke Kejagung
Berita Terkini
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
Heboh Pengadaan Kipas...
Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry: Saya Tidak Tahu
Infografis
5 Negara Penguasa Harta...
5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved