Perebutan Harta Karun Tanah Jarang Makin Panas, Greenland Melirik Investasi China

Jum'at, 30 Mei 2025 - 07:56 WIB
loading...
Perebutan Harta Karun...
Greenland sedang mempertimbangkan kemungkinan mengundang investasi China untuk mengembangkan sektor pertambangan mengingat ketegangan dengan AS dan keterlibatan terbatas dengan UE. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Greenland sedang mempertimbangkan kemungkinan mengundang investasi China untuk mengembangkan sektor pertambangan mengingat ketegangan dengan AS (Amerika Serikat) dan keterlibatan terbatas dengan UE (Uni Eropa). Hal ini disampaikan oleh Menteri Bisnis dan Sumber Daya Mineral Greenland, Naaja Nathanielsen kepada Financial Times.

Sebagai wilayah otonom Denmark, Greenland memiliki cadangan mineral yang luas, namun sulit untuk dieksploitasi, seperti emas dan tembaga, hingga logam tanah jarang . Modal asing sangat penting untuk mengembangkan sumber daya ini, namun ketegangan geopolitik baru-baru ini membuatnya sulit untuk mendapatkan kemitraan yang dapat diandalkan.

"Kami sedang berusaha untuk memahami seperti apa tatanan dunia yang baru,” kata Nathanielsen, yang juga menambahkan bahwa Greenland “menghadapi kesulitan dalam menemukan pijakan” terkait perkembangan hubungan dengan sekutu-sekutu Barat-nya.

Baca Juga: Harta Karun Tanah Jarang di Greenland Jadi Rebutan China dan AS

Pulau Arktik tersebut sempat menandatangani nota kesepahaman dengan AS tentang pengembangan mineral selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump. Namun menurut Nathanielsen, semua itu akan berakhir. Pemerintah di Nuuk telah mencoba, untuk memperpanjangnya selama pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden.

Setelah kembalinya Trump ke jabatan Presiden untuk kedua kalinya pada bulan Januari, Greenland berharap dapat menghidupkan kembali diskusi mengenai perpanjangan memorandum. Sebaliknya, presiden AS membicarakan tentang pembelian pulau itu dan menolak untuk mengesampingkan penggunaan kekuatan militer dalam penegakan kedaulatan AS.

Nathanielsen menyebutkan, pernyataan semacam itu "tidak menghormati dan tidak menyenangkan,", serta Ia menekankan, bahwa Greenland "tidak ingin menjadi negara bagian Amerika."

Menurutnya potensi keterlibatan AS dalam pertambangan adalah “masalah,”, saat pulau otonom Denmark tersebut mengevaluasi kembali ikatan globalnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Qavah Group Fasilitasi...
Qavah Group Fasilitasi Ekspansi Investor China ke Pasar Indonesia
Ketegangan Geopolitik...
Ketegangan Geopolitik Ubah Arus Ekspor Tanah Jarang China dari AS ke Eropa
Kejagung Bongkar Modus...
Kejagung Bongkar Modus Rekayasa Uji Lab untuk Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Rekomendasi
12 Kapolda Lulusan Akpol...
12 Kapolda Lulusan Akpol 1994 Teman Satu Angkatan Kakortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto
Profil Rudi Setiawan,...
Profil Rudi Setiawan, Lulusan Akpol 1993 yang Dilantik sebagai Irjen Kementerian Imipas
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Berita Terkini
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
Heboh Pengadaan Kipas...
Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry: Saya Tidak Tahu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved