Efek Tarif Trump, Kas Pemerintah AS Bertambah Rp359 Triliun

Jum'at, 30 Mei 2025 - 09:03 WIB
loading...
Efek Tarif Trump, Kas...
Tarif Presiden Trump mengangkat penerimaan pemerintah dari pabean dan pajak tertentu yang pada bulan Mei 2025 sudah melampaui USD22,3 miliar atau setara Rp359,8 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Tarif Presiden Trump mengangkat penerimaan pemerintah dari pabean dan pajak tertentu yang pada bulan Mei 2025 sudah melampaui USD22,3 miliar atau setara Rp359,8 triliun (dengan kurs Rp16.136 per USD), menurut data Kementerian Keuangan. Tren peningkatan diproyeksi masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan, ketika importir sering menyetorkan kewajiban tarif.

Setoran besar lebih dari USD16,5 miliar, masuk ke kas pemerintah AS pada 22 Mei. Total penerimaan di bulan Mei sejauh ini sudah melampaui total pada April yakni sebesar USD17,4 miliar-belum lagi total yang masuk di Maret sebesar USD9,6 miliar.

Lonjakan pendapatan negara selama masa jabatan kedua Trump, menjadi sejarah baru dan mengungguli masa jabatan pertama Trump. Secara keseluruhan, lebih dari USD92 miliar telah mengalir ke kas pemerintah sejak 1 Januari, lalu.

Baca Juga: Trump Ancam Jatuhkan Tarif 50% ke Produk Uni Eropa

Peningkatan pendapatan di bulan Mei terjadi ketika banyak dari tarif Trump hanya dirasakan selama sebulan penuh setelah tarif tertingginya - tarif 10% pada hampir setiap negara di dunia - mulai berlaku pada 5 April. Pendapatan ini juga datang setelah pengesahan baru dari Trump bulan ini, ketika adanya pengurangan tarif pada China dan pengurangan terbatas pada tarif di Inggris.

Trump menambahkan dalam sebuah postingannya di media sosial bahwa lebih banyak tarif bisa saja datang. Dimana Ia mengatakan, keputusannya untuk menunda tarif 50% pada Eropa, sifatnya hanya untuk sementara, "Ingat, saya 'Menetapkan Perjanjian' untuk Perdagangan ke Amerika Serikat, jika kami tidak dapat mencapai kesepakatan."

Presiden juga mengancam tarif baru dalam beberapa minggu dan bulan ke depan, termasuk tarif spesifik pada sektor yang akan diumumkan pada barang-barang seperti semikonduktor dan farmasi serta kemungkinan tarif yang ditujukan kepada perusahaan seperti Apple, hingga Samsung.

Data ini cukup signifikan, akan tetapi mungkin sedikit berlebihan, ketika Kementerian Keuangan melaporkan baik bea cukai maupun pajak konsumsi tertentu sebagai satu kategori dari Kementeriaan Keamanan Dalam Negeri. Sementara itu pajak konsumsi berbeda dari bea cukai.

Data yang lebih tepat untuk hanya bea cukai diharapkan tersedia dalam beberapa minggu ke depan. Namun, bea cukai secara historis telah menyumbang sebagian besar dari angka gabungan tersebut.

Arah Kebijakan Tarif Trump

Trump memuji lonjakan penerimaan pemerintah setelah adanya kebijakan tarif, dengan mengisyaratkan bahwa pemerintah AS sedang dalam perjalanan untuk mengulangi sejarah AS yang berakhir lebih dari satu abad yang lalu ketika tarif menyumbang persentase signifikan dari pendapatan pemerintah.

"Kami akan menghasilkan banyak uang (dari tarif) dan uang itu akan digunakan untuk mengurangi pajak," kata Trump pada 23 April, lalu.

"Kami akan melakukan pemotongan pajak besar-besaran," ungkapnya.

Pendapatan dari tarif Trump dipakai untuk berargumen mendukung kemajuan "rancangan besar yang indah" GOP sebagai cara untuk menutup triliunan defisit baru yang mungkin mengikuti. Trump bahkan pernah mempertimbangkan gagasan bahwa pendapatan tersebut akan memungkinkan penghapusan pajak penghasilan secara keseluruhan.

Namun, kenaikan pendapatan pada bulan Mei ini kemungkinan masih kurang dari USD1 miliar per hari dan merupakan fraksi kecil dari semua pengeluaran pemerintah secara bulanan. Baca Juga: Trump Tutup Pintu Negosiasi Tarif dengan 150 Negara, Bagaimana Nasib Indonesia?

Pada bulan April, banjir pengembalian pajak penghasilan membawa lebih dari USD850 miliar ke kas pemerintahan. Dalam beberapa dekade terakhir, pendapatan tarif cenderung menyumbang sekitar 2% dari pendapatan federal.

Lonjakan dalam beberapa bulan terakhir hanya sedikit mengubah angka tersebut, ketika pendapatan saat ini menyumbang mendekati 4%.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
Rekomendasi
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
5 Fakta Menarik saat...
5 Fakta Menarik saat Jerman Bantai Curacao 7-1 di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved