Harga Bitcoin Anjlok dari Rekor Tertinggi, Bagaimana Menyikapinya?

Sabtu, 31 Mei 2025 - 12:04 WIB
loading...
Harga Bitcoin Anjlok...
Harga Bitcoin mengalami koreksi tajam setelah mencatatkan rekor baru beberapa waktu yang lalu. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan pasar setelah mencatatkan rekor tertinggi baru di level USD 111.900 beberapa waktu lalu. Namun, harga Bitcoin mengalami koreksi tajam ke sekitar USD 105.000 pada Jumat (30/5).

Koreksi harga ini dipicu meningkatnya tekanan jual akibat aksi ambil untung dan kekhawatiran pasar terhadap data ekonomi makro global, khususnya inflasi di Amerika Serikat serta ketidakpastian kebijakan suku bunga yang dikeluarkan oleh The Fed.

Kapitalisasi pasar kripto global juga mengalami penurunan, tercatat turun lebih dari 1,7% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, kapitalisasi pasar aset kripto global berada di angka USD 3,32 triliun, mengalami penurunan sebesar 1,97% dalam periode yang sama, dengan volume perdagangan harian mencapai USD 145,13 miliar.

Baca Juga: Alokasikan Listrik 2.000 MW, Pakistan Siap Jadi Pusat Tambang Bitcoin

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa fluktuasi harga seperti ini merupakan bagian alami dari dinamika pasar kripto yang sangat reaktif terhadap sentimen global. "Ketika harga menyentuh titik tertinggi historis, wajar bila terjadi aksi ambil untung. Namun, penting untuk dipahami bahwa koreksi jangka pendek tidak selalu mencerminkan pelemahan fundamental Bitcoin," ujarnya dalam pernyataannya, Sabtu (31/5).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
Di Tengah Tren Trading,...
Di Tengah Tren Trading, Aplikasi Berizin dan Regulasi Kian Penting Lindungi Investor
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved