Bahlil Bakal Evaluasi Aktivitas Tambang di Raja Ampat yang Bikin Rusak Lingkungan
Selasa, 03 Juni 2025 - 19:50 WIB
loading...
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia buka suara terkait laporan aktivitas pertambangan di Raja Ampat, Papua Barat, yang diduga telah merusak ekosistem dan lingkungan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia buka suara terkait laporan aktivitas pertambangan di Raja Ampat , Papua Barat, yang diduga telah merusak ekosistem dan lingkungan setempat. Ia menyebutkan, akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait aktivitas pertambangan yang tengah berlangsung, dan dalam waktu dekat akan memanggil pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah tersebut.
“Nanti saya pulang akan evaluasi. Saya ada rapat dengan Dirjen, saya akan panggil pemilik IUP, mau BUMN atau swasta," kata Bahlil saat ditemui dalam acara Human Capital Summit 2025 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Selasa (3/6/2025).
Baca Juga: UMKM dan Koperasi Boleh Kelola Tambang, Biaya dari Mana?
Bahlil mengungkapkan, bahwa tambang-tambang yang beroperasi di Papua, termasuk di Raja Ampat, berada dalam kerangka otonomi khusus yang perlu dihargai. Ia juga menyoroti pentingnya memperhatikan kearifan lokal dalam pelaksanaan kegiatan tambang.
"Kita memang harus menghargai. Karena di Papua itu kan ada otonomi khusus, sama dengan Aceh. Jadi perlakuannya juga khusus. Ini mungkin saja saya melihat ada kearifan-kearifan lokal yang belum disentuh dengan baik," lanjut Bahlil.
Ia pun menekankan bahwa segala aktivitas pertambangan harus sesuai dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang berlaku. Dirinya berjanji akan memberikan informasi lanjutan setelah evaluasi selesai dilakukan.
Baca Juga: Bahlil Buka-bukaan Soal Kampus Batal Dapat Jatah Kelola Tambang
"Jadi saya akan coba untuk melakukan evaluasi. Nanti tambangnya itu kita akan sesuaikan dengan Amdal saja. Amdalnya seperti apa, pasti kita akan ikuti kaidah-kaidah Amdal, ya. Tambang-tambang ini sudah ada sebelum saya menjabat sebagai Menteri ESDM. Nanti kalau sudah ada perkembangan, saya akan sampaikan,” tandasnya.
“Nanti saya pulang akan evaluasi. Saya ada rapat dengan Dirjen, saya akan panggil pemilik IUP, mau BUMN atau swasta," kata Bahlil saat ditemui dalam acara Human Capital Summit 2025 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Selasa (3/6/2025).
Baca Juga: UMKM dan Koperasi Boleh Kelola Tambang, Biaya dari Mana?
Bahlil mengungkapkan, bahwa tambang-tambang yang beroperasi di Papua, termasuk di Raja Ampat, berada dalam kerangka otonomi khusus yang perlu dihargai. Ia juga menyoroti pentingnya memperhatikan kearifan lokal dalam pelaksanaan kegiatan tambang.
"Kita memang harus menghargai. Karena di Papua itu kan ada otonomi khusus, sama dengan Aceh. Jadi perlakuannya juga khusus. Ini mungkin saja saya melihat ada kearifan-kearifan lokal yang belum disentuh dengan baik," lanjut Bahlil.
Ia pun menekankan bahwa segala aktivitas pertambangan harus sesuai dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang berlaku. Dirinya berjanji akan memberikan informasi lanjutan setelah evaluasi selesai dilakukan.
Baca Juga: Bahlil Buka-bukaan Soal Kampus Batal Dapat Jatah Kelola Tambang
"Jadi saya akan coba untuk melakukan evaluasi. Nanti tambangnya itu kita akan sesuaikan dengan Amdal saja. Amdalnya seperti apa, pasti kita akan ikuti kaidah-kaidah Amdal, ya. Tambang-tambang ini sudah ada sebelum saya menjabat sebagai Menteri ESDM. Nanti kalau sudah ada perkembangan, saya akan sampaikan,” tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :