AS Memperpanjang Penangguhan Tarif Beberapa Produk China hingga 31 Agustus

Rabu, 04 Juni 2025 - 17:32 WIB
loading...
AS Memperpanjang Penangguhan...
Amerika Serikat (AS) memperpanjang penangguhan tarif pada beberapa impor dari China hingga 31 Agustus 2025, mendatang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) memperpanjang penangguhan tarif pada beberapa impor dari China hingga 31 Agustus 2025, mendatang. Langkah ini diambil saat negosiasi antara dua ekonomi terbesar di dunia sepakat menghentikan sementara kenaikan tarif resiprokal sejak bulan April, lalu.

Perpanjangan ini menyangkut tarif 10% yang diterapkan berdasarkan penyelidikan terhadap kebijakan China tentang transfer teknologi, hak kekayaan intelektual, dan inovasi yang diluncurkan selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump.

Sebagian besar tarif tersebut dipertahankan oleh penerus Trump yakni, Joe Biden bersamaan dengan adanya pengecualian pada berbagai produk. Pengecualian ini mengalami perpanjangan secara berkala, dengan yang terbaru berakhir bulan lalu.

Baca Juga: Kesepakatan Tarif AS-China Dilanggar, Kedua Negara Saling Tuding

Menurut pemberitahuan dari Kantor Perwakilan Perdagangan AS (USTR) tertanggal 31 Mei, perpanjangan akan tetap berlaku selama tiga bulan tambahan. Perpanjangan ini berlaku untuk 164 barang dari China, termasuk komponen semikonduktor, perangkat keras telekomunikasi, barang dirgantara, dan bagian perangkat medis.

Pemberitahuan tersebut juga mempertahankan pengecualian untuk 14 kategori peralatan pembuatan panel surya China, seperti pemotong wafer dan laminator modul, yang diberikan pada September 2024. Tidak ada barang baru yang ditambahkan.

Perpanjangan tersebut mengikuti kesepakatan sementara yang dicapai antara AS dan China pada bulan Mei setelah beberapa pekan kenaikan tarif. Pada bulan April, Trump menaikkan tarif pada barang-barang asal China hingga setinggi 145%.

Trump mengklaim adanya ketidakseimbangan perdagangan yang tidak adil dengan China, yang langsung direspons oleh Beijing dengan penerapan tarif hingga 125%.

Di bawah kesepakatan yang dicapai pada bulan Mei, kedua negara setuju untuk menangguhkan sebagian besar tarif baru selama 90 hari sambil menunggu pembicaraan lebih lanjut, sambil mempertahankan tarif dasar 10% pada impor di atas tarif AS yang ada. Namun kedua belah pihak mengeluh bahwa pembicaraan mengalami hambatan.

Washington mengklaim bahwa China belum memenuhi janji untuk mencabut aturan pengetatan ekspor pada produk industri yang memainkan peran kunci, seperti mineral tanah jarang dan magnet, yang diperkenalkan Beijing sebagai respons terhadap kenaikan tarif AS. Pada hari Jumat, Trump menuduh China 'melanggar' kesepakatan Mei.

Baca Juga: AS dan China Sepakat Hentikan Gencatan Perang Dagang selama 90 Hari

Beijing menolak tuduhan AS, dan balik menuding Washington yang justru melanggar syarat-syarat kesepakatan. Kementerian Perdagangan China mengutip beberapa langkah AS yang diklaimnya melanggar perjanjian, termasuk peringatan terhadap raksasa telekomunikasi China, Huawei, pembatasan penjualan perangkat lunak desain chip kepada perusahaan-perusahaan China, dan pembatalan visa pelajar untuk warga negara China.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Rekomendasi
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved